Dewan Pers

Dark/Light Mode

Fortiboost D3, Bantu Perkuat Daya Tahan Tubuh

Kamis, 13 Januari 2022 17:08 WIB
Fortiboost D3, Bantu Perkuat Daya Tahan Tubuh

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat harus dapat terus menjaga serta meningkatkan daya tahan tubuh secara menyeluruh dan konsisten, tidak hanya karena pandemi belum berakhir hingga hari ini, namun juga ketika situasi dan kondisi telah kembali normal nanti. Karena itu Combiphar menghadirkan sebuah produk yang dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh, agar senantiasa sehat, aktif, serta produktif, hal tersebut dikatakan Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto pada peluncuran produk terbaru Fortiboost D3 pada kamis (13/1).

"Kehadiran produk terbaru ini menegaskan komitmen Championing a Healthy Tomorrow yang terus menerus diusung oleh Combiphar, untuk memotivasi masyarakat agar melakukan langkah-langkah preventif guna memaksimalkan kesehatan kini dan nanti,” ujar Weitarsa Hendarto.

Berita Terkait : Tepuk Tangan Membahana

Hal yang belum banyak diketahui oleh masyarakat adalah meningkatkan daya tahan tubuh tak hanya cukup dengan berolahraga, namun juga harus memperhatikan asupan yang dikonsumsi sehari-hari, termasuk pemenuhan vitamin, khususnya vitamin D. Kurangnya informasi tentang bagaimana cara yang tepat dalam memenuhi kebutuhan vitamin ini tak elak membuat kadar vitamin dalam tubuh pun menjadi tidak optimal dan menimbulkan risiko kesehatan pada tubuh. Bahkan, Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah dengan prevalansi defisiensi vitamin D tertinggi, yakni hingga 70% .

Dijelaskan oleh dr. Adam Prabata – General Practitioner & PhD Candidate in Medical Science, Kurangnya kadar vitamin D dalam tubuh, umum dialami oleh masyarakat, namun kebanyakan orang tidak menyadarinya akibat keluhan yang dirasakan sangat ringan, bahkan tidak ada keluhan sama sekali. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab defisiensi vitamin D, yakni: faktor fisiologis, seperti usia dan kondisi kesehatan, termasuk obesitas dan atau tubuh tidak dapat menyerap cukup nutrisi dari makanan; tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai – dilihat dari kebiasaan berpakaian, penggunaan tabir surya, dan gaya hidup.

Berita Terkait : Fitur PEGASUS Pahamify Bantu Persiapan Siswa TaklukkanUTBK

Beberapa gejala defisiensi vitamin D yang dapat ditunjukkan oleh tubuh di antaranya: rendahnya daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi, sering merasa lelah, sakit tulang dan otot, serta penyembuhan luka terganggu atau lama. Tak hanya itu, risiko terhadap penyakit lain juga bisa meningkat, seperti gangguan autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, serta komplikasi terkait kehamilan. Anak-anak yang mengonsumsi ASI dengan vitamin D yang tidak memadai pun memiliki risiko kemungkinan menderita rakhitis. "Oleh sebab itu, langkah-langkah khusus untuk menghindari terjadinya defisiensi vitamin D ini sangat dibutuhkan, agar mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus menjaga tubuh dari penyakit,” tambah dr. Adam Prabata.

“Menghabiskan banyak waktu di luar rumah memiliki konsekuensi terhadap kesehatan kita, apalagi dengan kondisi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Sehingga, untuk kembali aktif, kondisi tubuh yang prima menjadi hal yang utama. Tetap jaga daya tahan tubuh dengan terus menerapkan pola hidup dan protokol kesehatan, dan mari terus melangkah menuju masa depan yang lebih sehat dan berkualitas, bersama Combiphar!,”tutup Weitarsa Hendarto. [ARM]