Dark/Light Mode

Kurangi Emisi CO2, Toshiba Produksi Baterai SCiB

Jumat, 30 April 2021 06:39 WIB
Kurangi Emisi CO2, Toshiba Produksi Baterai SCiB

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi covid-19 telah merubah prilaku berkendara masyarakat dunia sebagai upaya pengurangan emisi CO2 pada kendaraan dengan menggunakan hibrida atau listrik menggunakan baterai SCiB, yaitu baterai dengan energi dan daya tinggi untuk kendaraan semacam itu.

Sebagi salah satu produsen baterai SCiB, Toshiba, tengah memproduksi jenis-jenis sel SCiB yang berenergi tinggi di Operasi Kashiwazaki di Prefektur Niigata, Jepang. Sel-sel ini kemudian diubah menjadi modul untuk baterai mobil, stasioner dan industri, dan menjadi kemasan baterai industri untuk dengan mudah mengganti baterai timbal-asam (lead-acid batteries).

Baca juga : Industri Siap Produksi 1 Juta Kompor Listrik

Dalam keterangan tertulisnya, Toshiba Kashiwazaki Operations menjelaskan bahwa Baterai SCiB digunakan pada mobil hybrid ringan, terutama untuk mengumpulkan energi perlambatan saat mobil direm. Energi itu kemudian digunakan untuk membantu akselerasi berikutnya atau menjalankan AC saat mesin dimatikan.Baterai SCiB juga mulai digunakan secara lebih luas pada kendaraan berpemandu otomatis bertenaga (AGV) di pabrik dan gudang besar. Hingga saat ini, AGV dijalankan dengan baterai penyimpan timbal-asam, tetapi butuh waktu lama untuk mengisi daya.

Itu berarti, pengguna harus memiliki banyak baterai cadangan dan menggunakan banyak AGV secara bergantian dan menggabungkan kemampuan pengisian cepat SCiB dengan sistem pengisian otomatis, yang memungkinkan untuk mengoperasikan AGV hanya dengan baterai yang dipasang di kendaraan. Baterai SCiB dapat diisi dan dikosongkan dengan aman dalam berbagai suhu. Oleh karena itu, SCiB semakin banyak digunakan di Eropa utara dan Rusia, serta di wilayah yang terik, seperti Thailand dan Malaysia.

Baca juga : 50 Tahun Di Indonesia, Toyota Siap Produksi Mobil Listrik

Tidak hanya itu, Baterai SCiB juga mulai banyak digunakan dalam infrastruktur sosial, seperti kereta api, kapal dan gardu tenaga listrik, karena keamanan dan keandalannya yang tinggi. SCiB sendiri merupakan baterai lithium-ion pertama yang memperoleh sertifikasi oleh Nippon Kaiji Kyokai di Jepang, yang menyetujuinya untuk digunakan di kapal laut dan CiB juga merupakan baterai lithium-ion pertama yang disetujui untuk digunakan kereta api, karena memenuhi tingkat integritas keselamatan tertinggi dari standar Norma Eropa (European Norm Standards). [ARM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.