Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pandemi Belum Berakhir

Plis, Waspadai Penularan Covid-19 Di Pengungsian

Minggu, 12 Desember 2021 07:10 WIB
Wakil Rektor IPDN Bidang Kemahasiswaan Ismail Nurdin (kiri), mewakili Rektor IPDN Hadi Prabowo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, Jumat (11/12/2021). Bantuan diberikan untuk meringankan beban masyarakat korban erupsi Gunung Semeru. (Foto: Dok. IPDN)
Wakil Rektor IPDN Bidang Kemahasiswaan Ismail Nurdin (kiri), mewakili Rektor IPDN Hadi Prabowo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, Jumat (11/12/2021). Bantuan diberikan untuk meringankan beban masyarakat korban erupsi Gunung Semeru. (Foto: Dok. IPDN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Erupsi Gunung Semeru menyebabkan lebih dari 6.000 orang mengungsi. Para pengungsi ini diingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir.

Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Hadi Prabowo mengingatkan, pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Prokes harus terus ditingkatkan, meski di tempat pengungsian. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan terbaik yang sudah harus menjadi kebutuhan dan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Berita Terkait : Pesan Terakhir Via Instagram, Mang Oded Minta Kasus Pencabulan Santri Di Bandung Diputus Seadil-adilnya

“Masyarakat diimbau menjaga diri dengan selalu melaksanakan prokes secara ketat untuk melindungi sesama. Kesehatan dan keselamatan masyarakat di pengungsian juga menjadi fokus perhatian pemerintah,” ujar Hadi, kemarin.

IPDN menyerahkan bantuan kepada terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menyambangi para korban di lokasi pengungsian.

Berita Terkait : Indonesia Bahas Pembiayaan Hijau Di Presidensi G20

Rombongan IPDN, dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Ismail Nurdin terlebih dulu sowan ke Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar, di Pendopo Lumajang. Kemudian, rombongan bergerak menuju salah satu lokasi pengungsian korban gunung Semeru.

Di sanalah, mereka menyalurkan bantuan berupa 100 karung beras, 200 dus mie instan, 200 dus biskuit, 200 dus susu UHT, 200 buah selimut serta 150 dus diapers bayi dan balita.
 Selanjutnya