Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pandemi Belum Berakhir

Plis, Waspadai Penularan Covid-19 Di Pengungsian

Minggu, 12 Desember 2021 07:10 WIB
Wakil Rektor IPDN Bidang Kemahasiswaan Ismail Nurdin (kiri), mewakili Rektor IPDN Hadi Prabowo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, Jumat (11/12/2021). Bantuan diberikan untuk meringankan beban masyarakat korban erupsi Gunung Semeru. (Foto: Dok. IPDN)
Wakil Rektor IPDN Bidang Kemahasiswaan Ismail Nurdin (kiri), mewakili Rektor IPDN Hadi Prabowo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, Jumat (11/12/2021). Bantuan diberikan untuk meringankan beban masyarakat korban erupsi Gunung Semeru. (Foto: Dok. IPDN)

 Sebelumnya 
Sementara bantuan untuk Kecamatan Candipuro diterima langsung camat setempat. Bantuan berupa beras 25 karung (per karung sejumlah 25 kg), biskuit 50 dus (per dus isi 60 bungkus), mie instan 50 dus (per dus isi 40 bungkus), susu 50 dus (per dus isi 40 kotak), selimut 50 buah dan diapers anak/bayi 50 dus (per dus isi 50 buah).

Hadi mengatakan, bantuan ini diberikan untuk meringankan beban masyarakat. Kalau di­uangkan, dana bantuan berasal dari sumbangan seluruh Civitas Akademika IPDN berjumlah total Rp 127,7 juta. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para pengungsi. “IPDN akan membersamai mereka dengan cara menggalang dana peduli korban bencana,” tandasnya.

Berita Terkait : Pesan Terakhir Via Instagram, Mang Oded Minta Kasus Pencabulan Santri Di Bandung Diputus Seadil-adilnya

Bantuan dari IPDN ini diterima langsung oleh korban yang berada di pengungsian. Mereka mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Mereka juga berjanji akan tetap menerapkan prokes selama berada di pengungsian.

“Kami pun memohon doa kepada keluarga IPDN dan seluruh saudara-saudara di Jatinangor dan kampus-kampus IPDN lainnya, agar kami sesegera mungkin dapat bangkit dari bencana ini,” pinta Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar.

Berita Terkait : Indonesia Bahas Pembiayaan Hijau Di Presidensi G20

Secara terpisah, Manajer Pusat Pengendalian Ops. Penanggulangan Bencana BPBD Jawa Timur, Dino Andalananto menyatakan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19 di pengungsian. “Kami melakukan pengaturan kapasitas untuk mencegah penularan Covid-19,” bebernya.

Selain itu, Pemerintah juga mengatur agar pengungsi tidak terpusat di satu lokasi. Pengungsi saat ini tersebar di 65 titik. Hal lain yang juga dilakukan, adalah rutin membagikan masker kepada para pengungsi. [DIR]