Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hasil Tracing: Kasus Pertama Omicron Di Indonesia Kemungkinan Tertular Dari WNI Yang Datang Dari Nigeria

Minggu, 19 Desember 2021 19:56 WIB
Ilustrasi Coronavirus (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Coronavirus (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan telah melakukan pelacakan asal- muasal masuknya virus Covid-19 varian Omicron ke Indonesia.

Kasus pertama Omicron di Tanah Air yang melibatkan seorang petugas kebersihan RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta berinisial N, diduga berasal dari warga negara Indonesia (WNI) yang datang dari Nigeria pada tanggal 27 November 2021.

N tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri, sehingga dapat disimpulkan N tertular dari WNI yang datang dari luar negeri yang melakukan karantina di Wisma Atlet.

Setelah merunut kasus WNI yang positif Covid-19 di Wisma Atlet pada 14 hari ke belakang, kemungkinan besar index case (kasus pertama) Omicron adalah WNI berusia 21 tahun dengan inisial TF, yang tiba dari Nigeria pada tanggal 27 November 2021.

Berita Terkait : Gejala Ringan Tapi Cepat Menular Dibanding Delta

Dalam kurun waktu 24 November hingga 3 Desember 2021, ada 169 WNI dari luar negeri yang melakukan karantina di Wisma Atlet. Dari hasil tracing, TF berstatus probable dengan kemungkinan besar tertular Omicron.

Hasil test PCR untuk TF saat ini sudah dinyatakan negatif.

Terkait hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, terdeteksinya kasus pertama Omicron di Indonesia menunjukkan, fungsi utama dari karantina bagi setiap orang yang masuk ke negara Indonesia telah berjalan.

Melalui karantina, pelaku perjalanan dari luar negeri akan dipantau dan diobservasi oleh petugas kesehatan.

Berita Terkait : Bahlil Yakin, Meski Ada Omicron Iklim Investasi Tetap Ngacir

Dengan demikian, apabila pelaku perjalanan tersebut dinyatakan positif Covid-19, bisa dengan segera dilakukan tracing.

Lewat karantina, pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala bisa langsung ditangani petugas medis.

"Penting bagi setiap pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia, untuk melakukan karantina. Terdeteksinya Omicron di Indonesia merupakan salah satu keberhasilan dari karantina. Kita bisa dengan segera melakukan tracing untuk mencegah meluasnya penularan Omicron," katanya Nadia.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penyebaran Omicron dan virus Covid-19 jenis lainnya.

Berita Terkait : Kemendagri Beri Persetujuan Penyetaraan Jabatan 160 Daerah

"Kurangi mobilitas, tetap gunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Jangan lengah dan tetap waspada terhadap penularan virus Covid-19. Terutama Omicron, yang laju penyebarannya sangat cepat," papar Nadia.

Varian Omicron yang memiliki daya tular lima kali lipat dari varian Delta, merebak luas pertama kali di negara-negara Afrika bagian selatan.

Omicron yang dilaporkan pertama kali ke WHO pada 24 November lalu, kini telah terlacak di 89 negara. [HES]