Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengungkapkan, diskresi dalam hal karantina bukan hanya terjadi di Indonesia. Melainkan hampir di semua negara, termasuk Australia dan Inggris. Artinya, diskresi karantina memang dimungkinkan.
Baca juga : Luhut: Tolong, Pemerintah Jangan Diadu Dengan Rakyat
"Tapi, hal pentingnya yang menjadi perbedaan, di Australia sebelun Omicron, orang bisa karantina mandiri asal rumahnya memenuhi standar. Ada penanggung jawabnya, keluarganya sudah divaksin penuh, ada aplikasi home quarantine untuk memastikan dia tidak ke mana-mana," beber Dicky.
Baca juga : 2 Tahun Pacaran, Dua Lipa Dan Anwar Hadid Putus
Bicara fasilitas, sebenarnya bukan hanya pejabat yang bisa karantina mandiri di rumah. Rakyat juga bisa. Asalkan dengan verifikasi yang jelas. Hanya saja, untuk kondisi Indonesia, masih sulit. "Ini yang dalam konteks Indonesia jadi agak ribet," imbuhnya.
Baca juga : Probable Omicron Banyak Di Perbatasan RI-Malaysia
Dicky pun mengusulkan opsi lain. "Bisa dengan Pemda bekerja sama dengan wisma atau dengan kementerian/lembaga, BUMN, ormas besar yang punya fasilitas. Ini bisa disinergikan," ucapnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.