Dewan Pers

Dark/Light Mode

Beri Duit 100 Juta, Risma Kabulkan Permintaan Tokoh Baduy

Sabtu, 22 Januari 2022 20:13 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi Kampung Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (20/1).
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi Kampung Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (20/1).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi kampung Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (20/1). Selain untuk mengetahui dari dekat proses pembangunan rumah bantuan dari Kemensos, dalam kunjungan ini Mensos juga menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan para tokoh adat.

Perbincangan hangat berlangsung di salah satu rumah adat di perkampungan adat Baduy. Turut hadir mendampingi kunker Mensos, Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto, Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Syafii Nasution dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Dharmana Putra.

Dalam kesempatan itu, Mensos mempersilakan tokoh setempat menyampaikan permintaan. "Ya, kira-kira apa yang bisa dibantu?" kata Mensos kepada warga setempat.

Kepala Desa Kanekes Jaro Saija menyatakan, merasa tidak enak dengan tamu yang datang ke kampungnya, termasuk dengan Mensos dan rombongan. Karena akses menuju kampung Baduy berupa jalan setapak dan hanya beralas tanah. Sehingga licin dan berbahaya waktu hujan seperti saat Mensos berkunjung.

Berita Terkait : Sidang Vonis Dua Terdakwa Jasindo, KPK Yakin Hakim Kabulkan Tuntutan Jaksa

Kepada Mensos ia mengusulkan sekiranya jalan tersebut bisa diperbaiki. "Kalau bisa dibantu Ibu Risma. Kami bisa beli material untuk memperkeras jalan. Supaya lebih nyaman dilintasi warga," katanya (20/01).

"Berapa biayanya? Berapa meter itu panjangnya? Saya kasih sekarang bisa ya uangnya," kata Mensos.

Ditanya Mensos lebih lanjut, Jaro belum bisa memperkirakan, berapa panjang dan lebar jalan yang akan dibangun. Setelah berdiskusi sebentar dengan staf, Mensos langsung menyerahkan bingkisan dalam kantung kresek plastik dan menyerahkannya kepada Jaro.

Di hadapan para tokoh, pejabat pemerintah yang hadir, dan warga kampung Baduy, Jaro membuka isi tas. Tak disangka tas berisi uang bantuan tersebut, nilainya Rp 100 juta.

Berita Terkait : OTT Bupati Penajam Paser Utara Tak Ganggu Persiapan IKN Baru

Kemensos juga memberikan bantuan pembangunan rumah pasca insiden kebakaran yang melanda pemukiman mereka bulan Oktober 2021 lalu. Kebakaran telah menghanguskan 24 rumah warga. Untuk keperluan tersebut, Kemensos mengucurkan bantuan sebesar total Rp 1.001.000.000.

Rincian bantuan untuk pembangunan 24 rumah (@ Rp 35 juta) senilai Rp 840 juta. Bantuan jaminan hidup selama 3 bulan x Rp 500 ribu total sebesar Rp 36 juta dan bantuan stimulan perekonomian Rp 25 juta x 5 kelompok sebesar Rp 125 juta.

"Bagaimana ada kendala? Berapa lama dibutuhkan waktu untuk membangun rumah seperti ini?" tanya Mensos, saat tiba di lokasi perkampungan Baduy.

Dari Mursid, tokoh Baduy Dalam, Mensos mendapatkan penjelasan untuk aktivitas pembangunan rumah diatur berdasarkan waktu tertentu tidak bisa setiap saat. Sehingga dari 24 rumah yang dibantu, saat ini proses pembangunan sudah selesai sebanyak 18 unit rumah. 

Berita Terkait : Libur Nataru, Satu Juta Kendaraan Lintasi Tol Trans Sumatera

Para tokoh Baduy seperti Jaro dan Mursid menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mensos atas bantuan yang telah diberikan.

"Terima kasih atas bantuan ibu. Sudah jauh-jauh datang dari Jakarta ke kampung Baduy. Sampai di sini memberikan bantuan," katanya. Sebagai bentuk kehormatan, Mensos menerima pengalungan tenun karya warga Baduy. [DIR]