Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Inovasi teknologi juga menjadi perhatian BIN dalam mendukung percepatan program vaksinasi ini. Seperti dijelaskan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BIN Armi Susandi, BIN dalam waktu singkat bisa mengembangkan sistem informasi PREMISE (Prediksi Pandemi Virus Covid-19) bekerja sama dengan ITB. "Ini satu-satunya di Indonesia sistem informasi yang lengkap sekali, bagaimana prediksi Covid-19 secara digital, yang bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia,” ucapnya.
Lalu, BIN membuat aplikasi untuk pengelolaan vaksin, yakni bernama CORVIS (Covid-19 Response and Prevention System). “Dengan teknologi ini (CORVIS), kita tahu persis kapan vaksin akan kadaluarsa, vaksin apakah berkurang, mana prioritas vaksin untuk lansia dan anak-anak, sehingga petugas BIN jika akan melaksanakan vaksinasi akan lebih efektif berdasarkan data-data yang dimiliki,” ucap Armi.
Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Cerah Sekali
BIN juga memiliki laboratorium intelijen berskala besar satu-satunya di Indonesia dan menjadi gudangnya para ilmuwan. “Kata kuncinya, kita harus punya kemampuan, menguasai teknologi. Jika menggunakan bantuan luar negeri harus dengan syarat ada transfer knowledge agar tidak ketergantungan,” ujar Armi.
Guru Besar Universitas Trisakti sekaligus Tenaga Profesional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Prof Dadan Umar Daihani menekankan, teknologi bukan sekadar perangkat dan peralatan, melainkan seluruh upaya manusia dalam mencari cara untuk menyelesaikan suatu masalah. “Research is research, tetapi saat implementasi perlu integrator yang menghubungkan dunia penelitian dan dunia implementasi, di sinilah nampaknya BIN telah berperan dengan baik,” kata Dadan.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Loyo
Jika semua program, termasuk pengembangan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi diintegrasikan dengan baik seperti yang dilakukan BIN, tambah Dadan, maka kebijakan akan dapat diimplementasikan dengan baik dan tepat. Meski bernilai besar dan mahal, namun investasi teknologi tidak akan pernah sia-sia.
Kata Dadan, ancaman ke depan akan lebih besar, termasuk ancaman biologi (virus). “Jika kita menguasai teknologi, punya sumber daya manusia, koordinasi yang baik, maka tidak akan tergantung pihak-pihak (negara) lain. Kita yang akan menggerakkan teknologi, jangan digilas teknologi,” ujarnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya