Dark/Light Mode

Mendag Lutfi Pimpin Sidak Serempak Minyak Goreng

Kamis, 17 Februari 2022 20:58 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan rombongan tengah meninjau ketersediaan minyak goreng di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (17/2). (Foto: Istimewa)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan rombongan tengah meninjau ketersediaan minyak goreng di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (17/2). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memimpin inspeksi mendadak (sidak) terkait ketersediaan minyak goreng di sejumlah wilayah Indonesia. Kamis (17/2) jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah daerah.

Lutfi ditemani Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana mengecek sejumlah pasar di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di lokasi, turut mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto. Mereka antusias meninjau salah satu komoditas yang belakangan ini menjadi buah bibir masyarakat.

Baca juga : Munas AMPI Diharap Lahirkan Pemimpin Baru Bawa Kejayaan Golkar

Di Makassar, rombongan mengunjungi dua pasar besar. Pertama, Pasar Terong, di Wajo Baru, Bontoala. Kedua, Pasar Pa'baeng-baeng, di Tamalate. Di kedua pasar ini, Mendag banyak berinteraksi dengan pedagang. Mulai dari pedagang sembako, sayuran, telur, bahkan pengecer minyak goreng. Sesekali pedagang, dan emak-emak meminta foto dengan Lutfi.

Mantan duta besar RI untuk Amerika Serikat itu menerima dengan senang hati. Terlebih, kehadirannya di sana untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng.

Hasil pantauannya, minyak goreng curah tersedia. Sementara minyak goreng kemasan premium dan kemasan sederhana jarang dijumpai. Namun berita baiknya, harga relatif stabil.

Baca juga : Gaya Hidup Berminyak Orang Kota

"Mudah-mudahan paket premium datang merk Filma siang ini dari pelabuhan. Saya meminta kepada distributor untuk menyebarkan ke seluruh pedagang," kata Mendag.

Karena sebenarnya, tidak ada masalah dengan stok minyak goreng. Kebijakan yang ia terbitkan, seperti minyak goreng satu harga, penerapan Domestic Market Obligation (DMO), dan Domestic Price Obligation (DPO) masih butuh masa transisi untuk penyesuaian.

Lagipula, tujuannya ke Makassar untuk memastikan distribusi lancar dan barang tersedia. Adapun temuan di lapangan, harga minyak goreng curah sudah berada di level Rp 11.500 per liter. Ia yakin jika instrumen yang diterapkan sudah berjalan, maka harga akan kembali stabil.

Baca juga : Aprindo Tegaskan Tak Timbun Minyak Goreng

Selain itu, Lutfi juga bangga sejumlah pedagang mengikuti harga eceran tertinggi (HET) seperti yang diatur pemerintah. Justru yang belum stabil itu adalah suplainya. Sehingga, harga belum bisa disamakan.

Namun, kata Lutfi, kondisi seperti ini bisa kembali pulih dalam seminggu ke depan. Terlebih, semua sudah dikalkulasi dengan matang.

"Jadi, kalau hitungan Februari itu, kita memerlukan 280 juta liter. Sampai tiga hari kemarin sudah dipenuhi sepertiganya. Jadi hampir seperempatnya. Sebanyak 60 juta liter sudah jalan. Jadi mudah-mudahan dalam 12 hari ke depan sebelum akhir bulan harga akan normal," harapnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.