Dark/Light Mode

Antisipasi Produk Perikanan Ditolak, KKP Gandeng Lembaga PBB

Jumat, 4 Maret 2022 13:46 WIB
Dirjen PDSPKP KKP Artati Widiarti. (Foto: Ist)
Dirjen PDSPKP KKP Artati Widiarti. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Bahkan saat ini, tiga laboratorium di bawah KKP dan Kementerian Perindustrian siap diakreditasi menjadi Produsen Bahan Acuan Mikrobiologi pertama di Indonesia.

Sementara dua laboratorium di bawah Ditjen Perikanan Budidaya KKP siap diakreditasi menjadi Penyedia Pengujian Profisiensi. "31 SNI telah direvisi, dan SOP audit/inspeksi jarak jauh telah dilaksanakan untuk sertifikasi GMP dan HACCP," jelasnya. 

Selanjutnya terkait Komponen Pemenuhan Standar bagi UMKM, yaitu telah tersedia 15 SOP perikanan budidaya yang sesuai dengan Kode Etik dalam Perikanan Budidaya yang Bertanggung Jawab (CCRF FAO), serta terdapat SNI dan beberapa standar Internasional yang telah selesai diujicobakan.

Baca juga : Indonesia Dukung 30 Persen Perlindungan Daratan Dan Lautan

Saat ini, lanjut Artati, juga sedang dilakukan sosialisasi untuk mencapai target implementasi oleh 2.500 pembudidaya ikan se-Indonesia. 

Yakni, transformasi 7 SOP ke dalam modul pelatihan, dilakukan digitalisasi SOP menjadi media ajar penyuluh, dilakukan blended learning di Politeknik AUP Jakarta, serta telah terbentuk 7 mitra program dan 80 UMKM pengolah yang mendapatkan sertifikat GMP.

"Sebagai contoh, sekitar 26,5 persen nilai ekspor UPI di Tarakan yang saat ini menjadi mitra penerima kegiatan GQSP mengalami peningkatan, karena terjadinya penambahan pasar baru," ungkap Artati. 

Baca juga : Pastikan WNI Selamat Keluar Dari Ukraina, Kemlu Gandeng Banyak Pihak

Dari komponen Budaya Mutu, yaitu tersusunnya 5 rekomendasi kebijakan bidang mutu yang telah diadopsi oleh KKP, tersedianya 46 laboratorium perikanan yang terdaftar di jejaring laboratorium internasional, serta lebih dari 10.000 peserta telah dilatih atau mengikuti kegiatan awareness campaign. Baik perwakilan dari pembina mutu, inspektur mutu, maupun penyuluh perikanan.

Guna mencapai target peningkatan ekspor udang 250 persen di 2024, situs web dan branding udang Indonesia telah diluncurkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan Duta Besar Swiss untuk Indonesia.

"Tentu dengan semua yang kita lakukan tersebut, kita berharap tidak ada lagi penolakan produk kelautan dan perikanan Indonesia di pasar internasional," ucapnya. 

Baca juga : Kasus Korupsi Proyek IPDN, KPK Periksa Dirut Hutama Karya

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan pentingnya jaminan mutu dan standar sesuai persyaratan pasar global dalam rangka menjaga kepercayaan pasar dunia terhadap citra produk perikanan Indonesia.

Selain jaminan tersebut, Trenggono meminta perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan pengolahan hasil supaya terus didorong untuk menghasilkan produk yang digemari konsumen baik di dalam maupun luar negeri, serta memiliki daya saing secara ekonomis, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.