Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gus Halim: Masa Depan Desa Di Tangan Milenial Dan Gen Z

Jumat, 11 Maret 2022 14:15 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: Humas Kemendes PDTT)
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: Humas Kemendes PDTT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usia produktif yang mendominasi struktur kependudukan di Tanah Air saat ini harus dijadikan momentum untuk mengakselerasi kemandirian desa. Gen Z dan Milenial sebagai generasi dengan persentase paling banyak, memegang peranan penting untuk memastikan arah pembangunan desa menjadi lebih maksimal. 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, bonus demografi atau surplus usia produktif tersebut ibarat dua sisi mata pisau.

Apabila dikelola dengan tepat, akan sangat bermanfaat untuk negara. Tetapi sebaliknya, jika salah urus, maka bisa menjadi bumerang bagi bangsa.

Berita Terkait : Kementan Gairahkan Petani Milenial Kembangkan Smart Farming

Hal itu disampaikan Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, dalam Latihan Pelatih Nasional (LATPELNAS) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Balai Besar Latihan Masyarakat Kemendes PDTT Jakarta, Kamis (10/3).

"Maka harapan saya adalah kader-kader IPPNU betul-betul bisa membersamai desa dalam upaya percepatan kemandirian desa. Sehingga keberadaan kader-kader IPPNU di desa betul-betul menjadi bagian penting dari proses pembangunan desa," tutur Gus Halim.

Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomor 4 di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Dari hasil sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 270,2 juta jiwa di Indonesia.

Berita Terkait : Ibas Serukan Semangat Soliditas Dan Kemandirian FKPPI

Total penduduk didominasi generasi Z (kelahiran 1997-2012) sebesar 27,94 persen atau 74,93 juta jiwa. Lalu, milenial (1981-1996) sebesar 25,87 persen atau 69,38 juta jiwa. Serta, generasi X (1965-1980) sebesar 21,87 persen atau 58,65 juta jiwa. 

Dalam kesempatan tersebut, Gus Halim mengajak kader-kader IPPNU untuk terlibat lebih aktif dalam upaya percepatan kemandirian desa.

Dia mengingatkan kader-kader IPPNU agar tidak lupa menyisipkan materi tentang pembangunan dan pemberdayaan desa dalam setiap kegiatan untuk menjadi pegiat desa. Menurutnya, keberadaan kader-kader IPPNU di desa akan menjadi bagian penting dalam proses pembangunan desa.

Berita Terkait : Dalam Sepekan, Sudah 2.099 Orang Meninggal

"Kalau nyambung dan kemudian ada kiprah yang bagus, menjadi pegiat desa yang kompeten dan berpengalaman, pada saatnya nanti akan ada yang namanya beasiswa Rencana Pembelajaran Lampau bagi pegiat desa," tuturnya.
 Selanjutnya