Dark/Light Mode

Jokowi Dorong Potensi Kerja Sama Maritim dalam KTT ASEAN

Minggu, 23 Juni 2019 19:46 WIB
Presiden Jokow (kedua kiri) bersama Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah (kiri), Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kanan) dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kanan) berfoto bersama saat Konferensi Tingkat Tinggi Brunei Darusalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-13 di Bangkok, Thailand, Minggu (23/6/). (Foto: Antara)
Presiden Jokow (kedua kiri) bersama Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah (kiri), Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kanan) dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kanan) berfoto bersama saat Konferensi Tingkat Tinggi Brunei Darusalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-13 di Bangkok, Thailand, Minggu (23/6/). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mendorong kerja sama konkret bidang maritim dalam KTT ASEAN di Bangkok, Thailand.

"Isu terkait ketersediaan komoditas, nilai jasa angkutan, serta relaksasi regulasi perlu kita percepat. 'Monitoring' dan evaluasi harus dilakukan guna mencapai visi BIMP EAGA 2025," kata Jokowi ketika berbicara dalam KTT Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-13 yang dihelat di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Minggu (23/6) seperti dikutip antaranews.com.

Kerja sama Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), kata Jokowi, merupakan forum yang tepat untuk majukan kerja sama konkret antara wilayah negara di kawasan itu. dengan begitu, pembangunan ekonomi dan kemakmuran juga dapat dirasakan bersama.

Jokowi mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang sangat percaya manfaat kerja sama, karena itu Presiden sangat menyambut baik kerjasama yang konkrit antara empat negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Baca juga : Jokowi Hadiri Pembukaan KTT ASEAN ke-34

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan tiga hal yaitu pertama, kerja sama konektivitas harus terus dorong, tidak saja infrastruktur fisik namun juga infrastruktur teknologi.

"Kita harus terus tingkatkan ketersediaan infrastruktur ICT (Information Communication Technology) guna mendukung pertumbuhan ekonomi baru ekonomi digital," ujar Jokowi.

Selain itu, kita harus memaksimalkan pemanfaatan jalur-jalur konektivitas yang sudah ada, salah satu contohnya pelayaran Bitung-Davao maupun penerbangan Manado-Davao.

Kedua, Presiden mengingatkan agar potensi maritim perlu terus ditingkatkan sehingga program pemberdayaan ekonomi berbasis kelautan yang inklusif harus didukung.

Baca juga : Puspiptek Digaet Kerja Sama di Forum Iran

Di Indonesia, Presiden memberikan contoh, memiliki Aruna "start up" perdagangan perikanan yang berhasil meningkatkan pendapatan nelayan hingga 20 persen. Langkah inovatif seperti ini harus menjadi salah satu fokus kita ke depan.

"Sektor pariwisata bahari dengan melibatkan masyarakat luas perlu terus dikembangkan, seperti konsep ekowisata berbasis masyarakat dan wisata 'cruise' dan 'yacht'," ujar Presiden Jokowi.

Ketiga, Presiden Jokowi minta jejaring kerja diantara kalangan swasta utamanya melalui BIMP-EAGA Business Council perlu diperkuat.

Di penghujung sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia melihat adanya urgensi untuk membentuk Sekretariat Bersama BIMP-EAGA guna mendukung implementasi berbagai program dalam visi BIMP-EAGA 2025.

Baca juga : Jokowi Menang di 21 Provinsi, Prabowo Gigit Jari

Presiden Jokowi juga ingin menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap masalah keamanan di sub-kawasan, berbagai ancaman keamanan seperti penculikan di laut, mengganggu kegiatan ekonomi, khususnya potensi ekonomi maritim.

"Untuk itu efektifitas kerja sama keamanan perlu terus ditingkatkan,” tegas Presiden Jokowi. [USU]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :