Dark/Light Mode

Jokowi: Sehari 5 Provinsi, Sampai Kurus

Sabtu, 23 Maret 2019 16:52 WIB
Presiden Jokowi di Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (23/3). (Foto: Kominfo Jateng)
Presiden Jokowi di Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (23/3). (Foto: Kominfo Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo dengan bercanda mengatakan, kegiatannya berkeliling 5 provinsi dalam satu hari, membuat tubuhnya jadi kurus.

"Kemarin, saya datang ke 5 provinsi. Bangun subuh di Istana Bogor, Provinsi Jawa Barat, terus ke Jakarta untuk ke Bandara Halim Perdanakusuma. Itu sudah 2 provinsi. Ketiga, terbang ke Nusa Tenggara Barat sampai ba'da Ashar. Selesai tiga acara, terbang ke Provinsi Bali dengan kegiatan sore sampai tengah malam. Lalu, tengah malam, terbang ke Yogyakarta. Berarti sudah lima. Langsung tidur. Pindah lima kelurahan saja capek. Ini 5 provinsi, sampai kurus saya. Tapi yang penting, alhamdulillah sehat," kata Presiden di Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Sabtu (23/3), seperti dikutip Antara.

Presiden kemudian beralih membicarakan mengenai pentingnya 17 April 2019 sebagai hari pemilihan umum.

Baca juga : Jokowi: Pemilu Bukan Perang

"Saya titip, tinggal 24 hari lagi ke 17 April. Sekarang tidak hanya media sosial saja, tapi dari rumah ke rumah sudah beredar fitnah, kabar bohong, hoaks. Kita negara penuh tata krama, kok kita jadi banyak hoaks dan fitnah? Ini kita mau ke mana?" papar Jokowi.

Sejumlah hoaks yang dicontohkan Presiden antara lain, bila ia dan calon wakil presiden Ma'ruf Amin memenangkan Pemilu 2019, maka akan ada pelarangan azan dan penghapusan pendidikan agama.

"Loh, loh, loh, siapa yang berani melarang azan? Siapa pun presidennya l, tidak akan berani melarang azan. Ada lagi hoaks kalau kita menang, perkawinan sejenis akan dilegalkan. Hal itu banyak terdengar. Tapi, tidak di provinsi Jawa Tengah ini. Sedih kita dengarnya," tambah Presiden.

Baca juga : RBSJ Akan Sumbang Jutaan Suara Untuk 01

Ia pun meminta agar santri dan santriwati Ponpes Darussalam Timur tidak mempercayai kabar bohong tersebut.

"Percaya tidak kabar bohong? Yang percaya tidak, maju.  Saya beri sepeda. Kebangetan kalau percaya itu," tegas Presiden.

Ia pun meminta masyarakat agar tabayun dan melakukan pengecekan silang, mengenai informasi yang beredar jelang pemilu. "Menjelang tanggal 17 April tolong hal-hal ini dikroscek, ditabayunkan. Nanti, mempengaruhi pikiran dan hati kita," ungkap Presiden.

Baca juga : Jokowi: Kartu Indonesia Pintar (KIP) Bisa Untuk Biaya Kuliah

Ia pun mengajak agar masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak golput. "Jangan lupa mengajak teman, saudara, keluarga datang berbondong-bondong ke TPS. Jangan satu pun yang golput, eman, karena tanggal itu menentukan sekali masa depan," kata Presiden.

Selain Presiden Jokowi, hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.