Dark/Light Mode

Kementan Dorong Penguatan Hilirisasi & Rantai Pasok Telur Ayam Ras

Jumat, 25 Maret 2022 13:43 WIB
Peternakan itik dan unggas. (Foto: Istimewa)
Peternakan itik dan unggas. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Nasrullah menambahkan, saat ini impor tepung telur ke Indonesia kurang lebih sebanyak 10 ribu ton setiap tahun, sehingga jika Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri, maka kebutuhan tepung telur dapat dipenuhi dari dalam negeri.

"Kepala Badan Pangan Nasional (Bappanas) harapannya bisa membantu memperkuat tata kelola rantai pasok telur dari daerah surplus ke wilayah yang masih kekurangan. Selain itu perlu terus dilakukan kampanye peningkatan konsumsi seperti gerakan gemar makan telur, apalagi telur termasuk protein hewani yang murah," ujarnya.

Baca juga : BIN Ajak Humas Kementerian Dan Lembaga Pemerintahan Sosialisasikan Pemindahan IKN

Dia mengusulkan, Bapanas membantu koordinasi ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk mengaktifkan lagi kegiatan Gemar Makan Telur Ayam untuk anak-anak Sekolah Dasar.

Selain itu, juga membantu koordinasi dengan Kementerian Sosial agar mempercepat realisasi penyerapan telur melalui Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan pencegahan stunting oleh Kemensos dan Kemenkes.

Baca juga : Cak Imin Mengkhayal Beli Pantai Dan Hotel

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bapanas Arief Prastyo Adi menyampaikan, cadangan pangan nasional harus dimiliki oleh semua negara.

"Yang disampaikan oleh Dirjen PKH tadi betul bahwa cadangan pangan kita ini sangat kecil," kata Arief.

Baca juga : Kemenkominfo Matangkan Penerapan Aksara Nusantara Digital

Apalagi menurutnya, sebaran produksi telur ini juga tidak merata di semua wilayah di Indonesia, hanya daerah produksi saja yang surplus, sedangkan lainnya masih ada yang kekurangan.

"Saya setuju dengan penguatan hilirisasi dan distribusi, selain itu perlu peningkatan konsumsi telur, dengan kerjasama antar Kementerian dan Lembaga untuk penyerapan telur ini," pungkasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.