Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kongres Kewirausahaan Global Di Arab Saudi

Risma Jelaskan Inovasi Pemberdayaan Kelompok Rentan

Selasa, 29 Maret 2022 15:39 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menjadi pembicara dalam Kongres Kewirausahaan Global (GEC). (Foto: Humas Kemensos)
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menjadi pembicara dalam Kongres Kewirausahaan Global (GEC). (Foto: Humas Kemensos)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial Tri Rismaharini terbang ke Arab Saudi untuk menghadiri Kongres Kewirausahaan Global (GEC). Dalam kegiatan ini, Risma dipilih menjadi pembicara kunci dan diminta untuk berbagi pengalamannya di Tanah Air untuk mengembangkan program kewirausahaan bagi kelompok rentan yang terdampak pamdemi Covid-19. 

Risma menyatakan, pandemi telah memukul semua sektor di Tanah Air. Kelompok miskin dan rentan menjadi pihak yang paling terdampak. Untuk mendukung kelompok rentan tersebut, Pemerintah Indonesia meluncurkan program kesejahteraan sosial secara intensif.

"Yaitu berupa bantuan sosial tunai (Program Keluarga Harapan/PKH) untuk 10 juta penerima manfaat, bantuan sembako (Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT) untuk 18,8 juta penerima manfaat. Tathun 2021 nilai bantuan sekitar Rp 105 triliun (atau 7,5 juta dolar AS)," beber Risma, dalam acara itu, dikutip Selasa (29/3).

Berita Terkait : Bangun Rumah Produksi Di Papua, Risma Hidupkan Ekonomi Mamberamo-Sarmi-Jayapura

Selain itu, diberikan juga program afirmatif khusus untuk mendukung kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, dan yatim piatu. Pandemi juga membuat sebagian anak-anak kehilangan orangtuanya dan menjadi yatim piatu (YAPI) baru di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

"Untuk anak YAPI, pemerintah meluncurkan program yang mendukung pendidikan dan kebutuhan sehari-hari mereka," jelasnya.

Dalam upaya menyelenggarakan program kesejahteraan sosial, pemerintah menghadapi tantangan besar, terutama dengan melihat luasnya wilayah tanah air yang terdiri dari 16.772 pulau. Dengan kondisi demikian, penyaluran bantuan sosial (bansos) sangat mengandalkan keunggulan dalam pengelolaan data. 

Berita Terkait : Airlangga Hartarto: Kewirausahaan Mahasiswa Bantu Indonesia Keluar Pandemi

"Pengelolaan Data menjadi prioritas pertama saya ketika ditugaskan di Kementerian Sosial, Desember 2020 lalu. Perubahan besar dalam manajemen data diberlakukan dengan tujuan untuk memastikan penerima yang tepat dan waktu distribusi yang cepat,” jelas politisi PDIP ini.

Kemensos juga melakukan verivali data penerima di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hasilnya, pada awal tahun 2021, dilakukan pemadanan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan Data Kependudukan yang dikelola Kemendagri.

"Setiap bulannya dilakukan pencocokan data, verivali data yang lebih sering untuk mengakomodasi dinamika pergeseran demografis dan geografis penerima bantuan," beber Risma.
 Selanjutnya