Dewan Pers

Dark/Light Mode

Integrasikan Layanan Kesehatan, Kemenkes Luncurkan Indonesia Health Services

Selasa, 26 April 2022 11:17 WIB
Gedung Kementerian Kesehatan. (Foto: ist)
Gedung Kementerian Kesehatan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan platform Indonesia Health Services (IHS). Hal ini sejalan dengan cetak biru Transformasi Digital Kesehatan 2024. 

Platform tersebut akan mulai diujicobakan (Beta Testing) tahun ini bagi pelaku di bidang kesehatan, mulai dari fasilitas layanan kesehatan hingga pelaku industri di bidang kesehatan. Layanan yang akan dilakukan uji coba berupa layanan resume rekam medis, layanan Covid-19, dan layanan laboratorium.

Kemenkes mengadopsi model infrastruktur Platform-as-a-service (PAAS) yang menghubungkan seluruh ekosistem pelaku industri kesehatan untuk menciptakan satu data kesehatan nasional yang dapat diandalkan.

Berita Terkait : Menteri Tito, Erick Dan Sandi Komit Kementeriannya Belanja Produk UMKM

Staf Ahli Menteri Kesehatan bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji mengatakan, pendekatan platform IHS akan menjadi penghubung antar platform aplikasi yang beragam pada berbagai pelaku industri kesehatan. Platform ini tidak untuk menggantikan fungsi aplikasi yang telah ada saat ini, juga tidak untuk menyatukan semua fungsi aplikasi menjadi satu aplikasi tunggal.

“Dampaknya, implementasi pendekatan platform ini akan mewujudkan kolaborasi data kesehatan nasional bersama seluruh pelaku industri kesehatan, tanpa ada ketergantungan pada platform pemrograman tertentu,” kata Setiaji di Jakarta, Senin (25/4).

Manfaat adanya integrasi data kesehatan antara lain; tenaga kesehatan tidak perlu menginput data berulang pada aplikasi yang berbeda, riwayat pengobatan pasien dapat terpantau dengan detail dan runtut meski pasien berobat di rumah sakit berbeda, koordinasi antar Fasyankes lebih efektif karena kemudahan komunikasi untuk mencari layanan rujukan.

Berita Terkait : Potensi Bencana Tinggi, Kemendes Terbitkan Buku Panduan Desa Tangguh

Lalu pengambilan keputusan pemerintah yang lebih cepat karena berbasis data dan informasi yang tepat dan akurat, meningkatkan kemampuan pemerintah untuk deteksi dini, pencegahan, dan respon terhadap penyakit menular, dan koordinasi yang lebih baik antar satuan kerja di Kementerian Kesehatan hingga akan mengurangi jumlah aplikasi milik pemerintah.

“IHS menyediakan spesifikasi dan mekanisme terstandar atas proses bisnis, data, teknis, dan keamanan,” ujarnya.

Menurut dia, aplikasi dari pelaku industri kesehatan (yang selanjutnya disebut Partners System) yang tergabung di dalam IHS harus menyelenggarakan layanan dengan memenuhi spesifikasi proses bisnis, memenuhi spesifikasi dan mekanisme pertukaran data (berbasis HL7 FHIR dan HTTPS REST API), serta memenuhi spesifikasi keamanan (otentikasi dan enkripsi).

Berita Terkait : Menteri Teten: Kolaborasi Jadi Cara Jitu Wujudkan Indonesia Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Kemenkes mengundang seluruh pihak yang terkait dengan pelayanan kesehatan di Indonesia untuk mengikuti uji coba Indonesia Health Services yang sudah dibuka sejak 22 April 2022. Pihak tersebut yaitu, pemilik rumah sakit, manajemen rumah sakit, pemilik apotek/farmasi, manajemen apotek/farmasi, vendor sistem informasi manajemen terkait kesehatan, dan pengelola laboratorium, kepala puskesmas, kepala/penanggung jawab Posyandu, klinik, tempat praktik mandiri tenaga kesehatan, industri kesehatan/industri digital kesehatan (health tech), industri farmasi/alat kesehatan, akademisi, dan asosiasi.

Pendaftaran uji coba IHS dapat mengisi formulir yang tersedia di situs dto.kemkes.go.id dan akan ditutup pada tanggal 22 Mei 2022. “Institusi yang mengajukan minat mengikuti uji coba IHS akan kami nilai dan wawancara sebagai bentuk tindak lanjut untuk menjamin kesiapan pengujian fase beta sesuai standar IHS yang Kementerian Kesehatan terapkan,” tukas Setiaji. [DIT]