Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Covid-19 Terkendali, Ekonomi Stabil
Airlangga: Terima Kasih Polri Terus Dukung Kebijakan Pemerintah
Kamis, 19 Mei 2022 21:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kasus aktif Covid-19 yang secara nasional terus melandai. Seiring dengan mobilitas masyarakat yang kembali menuju normal, ini menunjukkan keberhasilan implementasi kebijakan Pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Bahkan, situasi Covid-19 setelah libur Lebaran masih terkendali, yaitu hanya pada kisaran 200 kasus per hari, setelah sempat berada di atas 55 ribu pada akhir Februari 2022 akibat varian Omicron. Kondisi ini memberikan optimisme dan kepercayaan diri terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Presiden Jokowi bahkan telah melonggarkan kebijakan pemakaian masker di tempat terbuka. Kemudian, ada penyesuaian protokol kesehatan untuk perjalanan dalam dan luar negeri berdasarkan Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 18 dan 19 Tahun 2022, yaitu tidak perlu melakukan tes PCR maupun antigen apabila sudah menerima vaksinasi dosis lengkap.
“Belajar dari pengalaman di 2021, kolaborasi dan sinergi adalah hal penting mengingat banyak tantangan ke depan yang akan dihadapi selain pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 yaitu 5,01 persen (yoy), masih lebih baik dari negara-negara lain, misalnya Korea Selatan (3,07 persen), Singapura (3,40 persen), Jerman (4,00 persen), Amerika Serikat (4,29 persen), China (4,80 persen). Kita hanya sedikit di bawah Vietnam (5,03 persen),” papar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ketika memberi materi pembelajaran pada Sespimti Polri Dikreg ke-31 T.A. 2022, Kamis (19/5).
Baca juga : Kang Emil Ditunggu Gabung Ke Beringin
Airlangga juga mengungkapkan, terjadinya konflik antara Rusia dan Ukraina berpengaruh terhadap kondisi penawaran dan permintaan di pasar dunia. Hal tersebut berdampak pada terganggunya pasokan energi, pangan, serta komponen input produksi di dunia.
“Meski demikian, kita juga masih memiliki peluang yang diharapkan mampu menjadi faktor pendorong bagi pertumbuhan ekonomi nasional, seperti penurunan kasus Covid-19, pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia, kenaikan harga komoditas utama ekspor (nikel, CPO, batu bara), serta reformasi struktural yang akan mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja,” tuturnya.
Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang baik di awal 2022 ini. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi terdorong dari konsumsi, investasi, dan ekspor yang tumbuh positif. Demikian pula dari sisi penawaran, hampir semua sektor tumbuh positif merespon peningkatan permintaan.
Baca juga : KSP: Skema Pandemi Berakhir Semakin Dekat
Capaian ini juga tak lepas dari dukungan Polri menyukseskan kebijakan PPKM serta program vaksinasi bagi masyarakat umum, lansia, dan anak-anak. Termasuk juga penyaluran berbagai Program Perlindungan Sosial yang termasuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Anggaran PEN di 2022 sebesar Rp 455,62 triliun dan telah terealisasi sebesar Rp 70,37 triliun atau 15,4 persen per 28 April 2022.
“Pada kuartal II-2022 ini, terdapat momentum ekonomi akibat adanya kebijakan pelonggaran mudik Lebaran. Saya mengapresiasi kerja keras Polri dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran yang lalu. Alhamdulillah, mudik tahun ini bisa kita lakukan tanpa disertai lonjakan kasus Covid-19, dan diperkirakan dengan adanya aktivitas mudik ini akan dapat meningkatkan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,09 persen atau mendorong pertumbuhan PDB pada kuartal II sebesar 0,56 persen,” jelas Airlangga.
Di samping kesuksesan dalam penyelenggaraan mudik Lebaran 2022, di tahun ini juga inflasi pada Ramadan dan Idul Fitri berhasil dijaga. “Terima kasih kepada jajaran Polri, terutama Satgas Pangan yang terus mendukung kebijakan Pemerintah dalam menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok,” ucap Airlangga.
Baca juga : Berharap Dukungan JK Eratkan Jakarta-Tokyo
Selain itu, Pemerintah juga menggulirkan program BT-PKLWN serta program BLT Minyak Goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kenaikan harga minyak goreng kemasan dan curah. Hingga 9 Mei 2022 lalu, Polri telah berhasil menyalurkan BTPKLWN kepada 638 ribu penerima dan BLT Minyak Goreng kepada 1,16 juta penerima.
“Saya berterima kasih kepada Polri yang telah membantu penyaluran kedua program ini di tahun lalu, dan harapannya dapat terus mengawal keberlangsungan program tersebut di 2022. Partisipasi Polri juga dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui sosialisasi, edukasi, penegakan hukum, dan percepatan vaksinasi. Di samping itu, pengawalan dan dukungan Polri juga diperlukan untuk pelaksanaan Presidensi G20, menjaga ketahanan pangan dan energi, serta mengantisipasi kemungkinan dampak gejolak keamanan di dalam negeri,” pungkas Airlangga.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya