Dark/Light Mode

Dibongkar BNPT

Awas, Khilafatul Muslimin Bakal Utak-atik Pancasila

Senin, 6 Juni 2022 07:55 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar. (Foto: Humas BNPT)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar. (Foto: Humas BNPT)

 Sebelumnya 
Bahayanya, KM mempunyai ribuan pengikut yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara yang terbagi menjadi 4 zona daulah.

Yaitu, Daulah Indonesia Timur, yang membawahi 9 amir wilayah. Yakni, Flores, Bima, Bima Kota, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Makassar, Jawa Tengah dan Surabaya Raya.

Lalu, Daulah Jawa yang membawahi wilayah Amir Wilayah Jakarta, Bekasi Raya, Priangan, Karawang dan Cirebon Raya.

Baca juga : BNPT Ajak Masyarakat Perkuat Kesadaran, Waspadai Khilafatul Muslimin

Berikutnya, Daulah Wilayah Sumatera yang membawahi Amir Wilayah Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pringsewu, Aceh Sumut, Andalas, Lampung Pesisir dan Sumsel.

Terakhir, Daulah Borneo yang meliputi Balikpapan, Banjarmasin dan Tarakan.

Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 ini juga menjelaskan, para pemimpin KM adalah sempalan dari NII pimpinan Panji Gumilang alias Abu Toto, NII Non Teritorial seperti Ring Banten, serta sempalan dari Jemaah Islamiyah pimpinan Abu Bakar Baasyir.

Baca juga : Awas, Pancasila Dirongrong

Sedangkan, Abdul Qadir Hasan Baraja yang resmi diangkat pada 18 Juli 1997 melalui Maklumat Khilafatul Muslimin bersama (Alm) Abdul Fatah Wiranagapati, mantan imam NII atau Panglima Perang Tertinggi NII, membangun organisasi KM dan pernah dipenjara dengan kasus Teror Warman dan Bom Borobudur pada 1985.

Ancaman semakin besar lantaran banyak kelompok yang ingin mengubah ideologi Pancasila.

Selain NII, JI, KM, ada juga kelompok yang memiliki pemahaman yang menginginkan tegaknya khilafah di Indonesia. Seperti halnya kelompok jaringan terorisme teror, yaitu Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Selain itu, ada juga kelompok yang menggunakan istilah NKRI bersyariah seperti FPI.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.