Dark/Light Mode

Kementan Gaet Wageningen University Research untuk Rancang Proyek Sayuran

Selasa, 16 Juli 2019 16:21 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi (kanan), bersama Ketua Tim Research Wageningen University usai membahas pengembangan penelitian varietas benih sayuran, di Jakarta, Senin (15/7). (Foto: Humas Kementan)
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi (kanan), bersama Ketua Tim Research Wageningen University usai membahas pengembangan penelitian varietas benih sayuran, di Jakarta, Senin (15/7). (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi menyatakan bahwa pihaknya telah menggaet Wageningen University Research (WUR) The Netherland guna merancang proyek kerja sama produksi dan manfaat pengembangan varietas benih sayuran. Proyek yang dibiayai Pemerintah Belanda ini akan melihat kemajuan pengembangan varietas benih sayuran yang telah banyak dikembangkan industri benih di Indonesia terhadap kesejahteraan petani.

Industri benih di Indonesia saat ini telah banyak mengeluarkan varietas benih sayuran yang sangat beragam. Berangkat dari ini, tim riset yang dipimpin Just Dengerink, Belanda mengatakan bahwa Indonesia memiliki contoh kasus pengembangan benih sayuran yang sangat bagus untuk diteliti. 

"Contohnya adalah beragamnya varietas tomat yang dihasilkan dan dipasarkan oleh industri benih sejak 1992 yang dahulunya ditanam di dataran rendah, namun saat ini sudah dikeluarkan varietas yang mampu beradaptasi di dataran tinggi," kata kata Dengerink saat bertemu Suwandi di Jakarta, Senin kemarin (15/7).

Baca juga : Mentan Kawal Distribusi Bantuan Korban Banjir di Sultra

"Melihat fenomena tersebut, Wageningen University bersama dengan tim research, beserta Kementan menginisiasi proyek kerja sama yang melibatkan industri perbenihan dalam Proyek Kemitraan Publik Swasta atau Public Private Partnership Project (PPP Project)," sambung Dengerink.

Sementara itu, Suwandi menjelaskan Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memiliki karakteristik lahan yang subur, ditambah dengan energi harmoni yang dihasilkan dari masyarakat yang beragam jenis suku dan budayanya. Sehingga semua komoditas pertanian yang ditanam di Indonesia dapat berproduksi dengan baik.

"Selain tomat, terdapat beberapa komoditas yang dapat dijadikan pembanding dalam proyek yaitu cabe, kubis, dan kentang," jelasnya.

Baca juga : Kementan: Petani dan Konsumen Diuntungkan pada Ramadan 2019

Suwandi menekankan dukungan Kementan atas inisiasi Rancangan PPP Project tersebut. Ia berharap proyek ini dapat berjalan guna memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan industri perbenihan dan hortikultura di Indonesia. "Serta teridentifikasi determinan apa yang berpengaruh terhadap aspek sosial ekonomi petani skala kecil dan konsumen di Indonesia," terangnya.

Untuk itu, Suwandi menegaskan proyek ini sangat bagus, apabila nantinya dapat dilakukan di Indonesia. Harapannya dalam pelaksanaan proyek nanti dapat disinergikan suatu perlakuan atau treatment pada pertanaman komoditas sayuran dimaksud yang telah terbukti dapat memberikan energi positif dan meningkatkan kesehatan manusia.

"Sehingga selain melihat dampak benih sayuran berkualitas juga dapat dilihat dampak pengaruh tanah yang telah diberikan perlakuan tertentu terhadap perkembangan sosial ekonomi dan pertumbuhan petani skala kecil dan konsumen di Indonesia. Serta, melihat kondisi apa yang menentukan besarnya dampak tersebut," terangnya.

Baca juga : Mantan Dirut Pertamina Dituntut 15 Tahun Penjara

Alternatif usulan ini diterima dengan baik tim riset, Jan Buurma. Ia mengatakan proyek akan melihat berbagai variabel yang diduga kuat memiliki keterkaitan terhadap dampak pengembangan varietas dan kualitas benih sayuran. "Oleh karena itu dibutuhkan data yang sangat lengkap untuk keberhasilan studi kasus dalam proyek ini, meliputi data produksi, luas panen, produktivitas, varietas yang digunakan, pelatihan yang diterima petani, tingkat konsumsi, populasi, demografi (perkotaan dan pedesaan), hingga data pemasaran," ungkap Jan Buurma.

PT East West Seed, selaku sektor swasta yang akan terlibat dalam pelaksanaan proyek ini akan membantu Tim untuk menghimpun data dukung selama studi kelayakan tersebut. Corporate Secretary PT East West Seed, Firmansyah, mengatakan pihaknya akan melakukan diskusi dengan asosiasi benih hortikultura dan melakukan study visit ke Jawa Barat antara lain Garut dan Bandung untuk melihat langsung kondisi pertanaman dan petani sayuran di wilayah tersebut. 

"Selanjutnya, tim akan kembali dan merampungkan proposal proyek dimaksud untuk mendapatkan persetujuan Pemerintah Belanda," ujarnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.