Dewan Pers

Dark/Light Mode

PTDI-STTD Genjot SDM Perhubungan Darat Dengan Membuka Program Pasca Sarjana

Sabtu, 6 Agustus 2022 11:43 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Politeknik Transportasi Darat Indonesia - Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) berupaya untuk terus menggenjot kualitas SDM di bidang perhubungan transportasi darat dengan membuka program studi pasca sarjana yang pertama.

PTDI-STTD yang merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui jalur akademik.

Terutama, dengan memberikan pengetahuan komprehensif di bidang transportasi darat melalui dua program magister yang ditawarkan kepada calon mahasiswa.

Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD Ahmad Yani mengatakan, dua program studi yang ditawarkan itu yakni Pemasaran, Inovasi dan Teknologi serta Teknik Keselamatan dan Risiko.

Berita Terkait : PLN UIP Jawa Bagian Barat Pendataan Awal Pembangunan Transmisi SUTT Tigaraksa

"Beberapa mata kuliah pada Program Studi Pemasaran, Inovasi dan Teknologi diantaranya Komunikasi Pemasaran, Riset Pemasaran, Inovasi Teknologi, serta Pemasaran Digital dengan jenjang berkarir sebagai Brand Account Manager, Direct Marketing Executive, Digital Marketing Executive atau pun Marketing Specialist khususnya di industri transportasi darat," katanya, Sabtu (6/8).

Ahmad Yani menambahkan, untuk program studi Teknik Keselamatan Dan Risiko akan mendapat pemahaman tentang pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Khususnya, untuk menilai keselamatan, risiko, dan keandalan, baik dalam kaitannya dengan desain maupun operasi keselamatan untuk industri transportasi darat dan logistik. 

"Masing-masing program studi akan diampu oleh dosen yang berkompeten dengan spesialisasi khusus dibidang transportasi dan bergelar doktor atau profesor serta pakar, tenaga ahli dari kementerian, universitas, lembaga terkait baik dari dalam maupun luar negeri," ungkapnya.

Berita Terkait : Moeldoko: KKB Takut Dengan Capaian Pembangunan Di Papua

Ahmad Yani menjelaskan, dua program studi tersebut ditujukan khususnya bagi calon peserta di lingkungan Kemenhub yang telah berijazah diploma IV atau S.

Untuk melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana Magister Terapan dan juga terbuka bagi calon mahasiswa umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Di angkatan pertama pada dua program pasca sarjana ini, hanya terdapat 48 bangku bagi calon magister yang dapat mengikuti pendidikan, dimana pada tanggal 15 Agustus 2022 ini merupakan hari terakhir pendaftaran yang hanya bisa dilakukan melalui website resmi kami," jelasnya.

 

Estimasi waktu untuk menyelesaikan studi, kata Ahmad Yani, selama 2 tahun dengan jumlah mata kuliah yang harus diambil sebanyak masing-masing 44 SKS.

Berita Terkait : Genjot CSR, Pertamina Gelar Program Bapak Asuh Anak Stunting Di Medan Dan Deli Serdang

Ahmad Yani mengungkapkan, untuk metode pembelajaran PTDI-STTD mengusung metode blended learning atau pembelajaran campuran.

"Kami berusaha menggabungkan berbagai keunggulan dari pengajaran tatap muka langsung dengan pengajaran online sehingga dapat memperluas jangkauan pembelajaran dan pelatihan yang akhirnya dapat berdampak pada hasil belajar yang optimal," terang dia.

Ahmad Yani menuturkan, PTDI-STTD juga telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk penyelenggaraan penelitian, pendidikan dan pelatihan.

"Kerja sama dengan kementerian/lembaga, Pemda, BUMN, BUMD, mitra industri swasta, perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri," tandasnya. ■