Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Cukup Sampai Akhir Tahun

Sabtu, 3 September 2022 12:04 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pimpin rakor pangan. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pimpin rakor pangan. (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah secara intens memonitor dan mengevaluasi penerapan kebijakan pangan nasional agar sesuai dengan kondisi terkini.

Hal tersebut dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara merata. Salah satu kebijakan tersebut adalah saat ini Pemerintah tengah melakukan penguatan stok beras.

Berita Terkait : Kemendagri Minta Pemda Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto secara hybrid memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kebijakan Pangan, Jumat (2/09). Rakortas tersebut digelar juga untuk memastikan semua bahan pangan tersedia cukup sampai dengan akhir tahun 2022 melalui perluasan tanam maupun pengadaan.

“Dalam Rakortas diputuskan yang pertama tentang kebijakan pembelian gabah/beras petani dengan fleksibilitas harga, dan yang kedua adalah Badan Pangan Nasional menugaskan kepada Perum Bulog dalam rangka penguatan stok CBP untuk melakukan pembelian gabah/beras dengan menggunakan fleksibilitas harga,” kata Airlangga.

Berita Terkait : Pertina Siap Bina El Dan Sabian Jadi Atlet Tinju DKI

Panen gadu petani diperkirakan akan menghasilkan panen sebesar 5 juta ton. Untuk itu, Bulog diharapkan dapat menyerap sampai dengan 1,2 juta ton dengan fleksibilitas harga.

Lebih lanjut, dalam Rakortas tersebut Menko Airlangga menjelaskan bahwa pada bulan Agustus 2022, bahan makanan mengalami deflasi sebesar 2,64 persen (month to month/mtm). Secara rinci, komoditas bahan makanan yang memberikan andil deflasi pada bulan Agustus 2022 adalah Bawang Merah 0,15 persen, Cabe Merah 0,12 persen, Cabe Rawit 0,07 persen, Minyak Goreng 0,06 persen, Daging Ayam Ras 0,06 persen, Tomat 0,03 persen, Ikan Segar, Jeruk dan Bawang Putih masing-masing 0,01 persen. Sementara komoditas yang memberikan andil dalam inflasi yaitu Telur Ayam Ras dan Beras masing-masing 0,02 persen.

Berita Terkait : Pengamat Dukung Pemerintah Sesuaikan Harga BBM Bersubsidi

“Dari angka tersebut, kemarin kita juga telah rapat dengan seluruh Gubernur dan meminta seluruh Gubernur untuk membantu menekan harga inflasi kenaikan harga melalui berbagai upaya antara lain dengan operasi pasar dan mengatur transportasi sebagai dukungan memperlancar distribusi,” pungkas Airlangga.