Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gelar Pesantrenpreneur, Kemenpora Arahkan Santri Wirausaha

Selasa, 18 Oktober 2022 12:20 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar workshop kaderisasi pesantrenpreneur yang merupakan program pengembangan kewirausahaan pemuda.

Dalam acara tersebut, Kemenpora mengusung tema "Mendorong Perekonomian Daerah Bangkit dan Bertumbuh Kembali Melalui Workshop budidaya Anggur dan Ikan Koi". Acara itu digelar sejak 15 hingga 17 Oktober 2022 di Aula Pondok Pesantren Sabilul Huda, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta.

Acara dihadiri 100 santri dan Ketua Pondok Pesantren, Ashadi. Anggota Karang Taruna setempat ikut memeriahkan acara, hingga Lurah Pakembinangun, Suratno dan Perwakilan dari Kemenpora Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Dzikro.

Berita Terkait : Pemilu Pakistan Dimenangkan Mantan PM Imran Khan

"Bonus demografi merupakan anugrah yang harus dikelola dengan baik secara bersama-sama antara pemerintah dengan swasta, lembaga masyarakat, maupun dengan masyarakat," kata Dzikro dalam pembukaan acara, dikutip Selasa (18/10).

Oleh karena itu, Dzikro mengatakan pihaknya sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk melaksanakan pengembangan kewirausahaan pemuda melalui penumbuhan minat, kaderisasi, pendampingan, pengembangan ekosistem dan akses permodalan guna menstimulasi kemunculan dan berkembangnya wirausaha pemuda.

"Dalam hal ini, Kemenpora bekerjasama dengan Pondok Pesantren Sabilul Huda yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam menggerakkan wirausaha bagi para santrinya," tandasnya.

Berita Terkait : Pemerintah Perkuat Kebijakan Satu Data

Sementara itu, ketua Ponpes Sabilul Huda Ashadi menjelaskan dalam mendidik santrinya tak hanya bertujuan memperbaiki akhlak melalui ajaran agama Islam. Pihaknya juga mengajarkan santri berbudidaya tanaman, ternak mupun perikanan.

"Diharapkan nantinya para santri bisa mandiri bahkan menolong orang lain," ungkapnya.

Hal senada juga dilontarkan Lurah Pakembinangun, Suratno. Menurutnya generasi muda di Yogyakarta harus jeli melihat potensi dan peluang bisnis di daerahnya. Sebab, pemuda di daerah harus selangkah lebih maju walaupun banyak pendatang yang juga ikut membuka usahanya.

Berita Terkait : Kemenangan Harga Mati Bagi Catalunya

"Jadikanlah itu sebagai bahan transfer pengetahuan atau belajar, sehingga nantinya pemuda daerah dapat berinovasi selangkah lebih maju dari mereka," ujar Suratno.

Sebagai informasi, workshop dibagi ke dalam tiga tahapan. Pertama motivasi, pengetahuan bisnis tentang perencanaan dan marketing, pemahaman serta praktek budidaya anggur dan koi.

Salah satu narasumber dari PT PAG memotivasi peserta bahwa untuk menjadi negara maju, diperlukan 5 persen penduduk menjadi wirausaha mapan, sedangkan wirausaha mapan harus dirintis dari dini dengan mental kemandirian, jujur dan gigih.
 Selanjutnya