Dark/Light Mode

10 Ribu Puskesmas Kudu Punya USG Dan Antropometri

Jokowi Pasang Target Tekan Kasus Stunting

Kamis, 26 Januari 2023 07:50 WIB
Presiden Jokowi saat membuka Rakernas Program Banggakencana dan Penurunan Stunting Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) di Auditorium BKKBN, Jakarta, Rabu (25/1/2023). (Foto: Humas Setkab)
Presiden Jokowi saat membuka Rakernas Program Banggakencana dan Penurunan Stunting Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) di Auditorium BKKBN, Jakarta, Rabu (25/1/2023). (Foto: Humas Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan, angka stunting bisa turun menjadi 14 persen di 2024. Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, agar pengadaan ultrasonografi (USG) dan timbangan di 10 ribu Puskesmas bisa tercapai tahun ini.

Jokowi ingin, alat-alat ke­sehatan ini tersedia di seluruh Puskesmas dan Posyandu se­luruh Indonesia. Hal itu sangat penting untuk mendukung penanganan stunting.

“Yang berkaitan dengan USG atau alat timbang atau alat pengukur tinggi atau panjang badan, itu harganya berapa sih? USG harga berapa sih,” kata Jokowi, di acara di Kantor BKKBN, Jakarta, kemarin.

Jokowi mempertanyakan anggaran besar yang dimiliki Kemenkes. Baginya, alat USG hingga alat timbang badan digi­tal masih bisa dijangkau oleh anggaran Kemenkes agar terse­dia di seluruh Puskesmas di Indonesia.

Baca juga : Bertemu Presiden Dewan Eropa, Jokowi Bahas Krisis Pangan Dan Energi

“Anggaran Menkes berapa sih? Timbangan harganya berapa sih? kan murah banget, masa nggak bisa membelikan negara sebesar kita ini. Untuk mengukur panjang badan atau tinggi anak masa nggak bisa setiap posyandu ada,” tegas eks Wali Kota Solo.

Jokowi bilang, jumlah balita Indonesia sekitar 21,8 juta. Di mana saat ini tersedia 300 ribu posyandu dan 10.200 puskes­mas.

Jika infrastruktur dari keduanya dioptimalkan, maka akan mampu menurunkan angka stunting nasional. Hanya saja, saat ini persebaran puskesmas di Indonesia tidak merata.

Karena itu Jokowi meminta agar pemenuhan alat USG di Puskesmas dan antropometri di posyandu dapat diselesaikan tahun ini.

Baca juga : Jokowi Minta Tanjung Priok Dan Patimban Berkompetisi

Jokowi ingin semua pihak bisa bergerak untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting di tahun 2024 menjadi 14 persen. Karena itu, pengadaan USG dan antropometri harus segera diselesaikan. “Tahun ini mesti diselesaikan semuanya,” tegas Jokowi lagi.

Di akhir masa jabatan kepresidenannya pada 2024 men­datang, Jokowi menargetkan penurunan stunting setidaknya ada di angka 14 persen. Ia bersyukur, angka stunting di Indonesia pada tahun 2022 lalu menurun menjadi 21,6 persen.

“Saya yakin dengan kekuatan kita bersama, semua bergerak, itu bukan angka yang sulit, asal semua bekerja bersama,” tuturnya.

Jokowi menjelaskan sumber daya manusia (SDM) unggul urgen diperlukan sebagai daya saing bangsa.

Baca juga : Jokowi Tidak Ingin Harga Tiket Pesawat Kerek Inflasi

Namun, persoalan stunting di Indonesia masih menjadi peker­jaan rumah sangat besar harus segera diselesaikan

Ia berpendapat dampak stunting bukan hanya urusan tinggi badan. Lebih bahaya dari itu, anak-anak dikhawatirkan memiliki kemampuan rendah untuk belajar hingga potensi keterbelakangan mental.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.