Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
10 Ribu Puskesmas Kudu Punya USG Dan Antropometri
Jokowi Pasang Target Tekan Kasus Stunting
Kamis, 26 Januari 2023 07:50 WIB
Sebelumnya
“Lalu munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak,” ungkapnya.
Dalam acara yang sama, Menkes Budi Gunadi mengakui pencapaian penurunan stunting masih perlu digenjot.
“Kalau bapak Presiden targetnya 3 persen, tapi belum tercapai. Tapi terima kasih ke gubernur, bupati, wali kota karena ini terjadi masa pandemi, bukan masa biasa,” tuturnya.
Budi berharap, terkendalinya Covid-19 dapat membantu turunnya angka stunting secara merata di setiap provinsi.
Baca juga : Bertemu Presiden Dewan Eropa, Jokowi Bahas Krisis Pangan Dan Energi
“Masa pandemi saja bisa turun. Ini saja Sumsel, Kaltara, Riau itu turunnya 5 persen,” ujarnya.
Menurut laporannya, ada dua provinsi besar yang telah memenuhi target penurunan stunting 3 persen yang ditetapkan presiden, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur.
Dua provinsi ini mengalami penurunan tren stunting baik secara nominal dan persentase.
“Kalau NTT secara persentase besar, tapi nominal sedikit. Tapi kalau nominal Jabar yang besar,” jelas eks Wakil Menteri BUMN ini.
Baca juga : Jokowi Minta Tanjung Priok Dan Patimban Berkompetisi
Menkes Budi juga memastikan, target yang dipatok Presiden Jokowi akan terpenuhi di tahun 2024.
“Pak Presiden minta bisa dipercepat, ini kita usahakan, supaya 2023 selesai, sudah 5.000 Puskesmas,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku sudah menginstruksikan seluruh jajarannya membantu program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di seluruh Indonesia.
Sigit menegaskan, jajarannya, khususnya para Kapolres di seluruh Indonesia, harus turun langsung ke lapangan untuk mengecek apabila ada orangtua dan anak yang membutuhkan tambahan gizi.
Baca juga : Jokowi Tidak Ingin Harga Tiket Pesawat Kerek Inflasi
Apabila, di wilayahnya terdapat hal itu, seluruh jajaran kepolisian harus turun untuk membantu menyalurkan kebutuhan gizi bagi anak maupun ibu yang sedang mengandung atau hamil. Tujuannya, agar gizi yang baik terpenuhi.
“Polri bisa ikut membantu untuk menyalurkan kebutuhan bagi masyarakat, bagi ibu-ibu yang hamil yang memang membutuhkan tambahan untuk gizi kemudian anak-anak yang sedang masa pertumbuhan,” ujar Sigit. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya