Dark/Light Mode

Kampus Mengajar Beri Pengalaman Berharga Bagi Mahasiswa Non Kependidikan

Senin, 20 Februari 2023 11:31 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

 Sebelumnya 
Jika Marsil adalah mahasiswa nonkependidikan, cerita lain juga datang dari mahasiswa dari jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Tadulako, Muhamad Fiqran, yang juga memiliki tim yang kebanyakan bukan dari bidang pendidikan.

Empat rekan Fiqran berasal dari latar belakang pendidikan berbeda, mulai dari geografi, manajemen, dan lain sebagainya.

"Saat bertugas di angkatan IV, kebetulan Saya ditunjuk menjadi ketua tim untuk penempatan di SMP N 21, Petobo, Palu. Jadi saya membagi bidang tugas dengan teman-teman lalu mendiskusikannya dengan guru dan kepala sekolah," tuturnya.

Baca juga : Sahabat Ganjar Beri Pelatihan Bulutangkis Ke Generasi Milenial Bandung

Ia pun mengakui, keikutsertaannya dalam Kampus Mengajar membuatnya mampu mempersiapkan diri lebih baik sebelum lulus dari universitas dan terjun ke dunia pendidikan di masyarakat.

Pengalamannya berinteraksi dengan siswa, guru, dan berkolaborasi dengan rekan satu tim, memberinya lebih banyak bekal.

Mahasiswa berdarah Bugis ini tidak hanya mengisi hari-hari penugasannya dengan bidang akademik siswa. Ia mengaku sangat memperhatikan perkembangan karakter setiap anak didiknya.

Baca juga : Kampus Merdeka Berikan Pengalaman Yang Nggak Didapatkan Mahasiswa Di Kampus

Saat awal ditugaskan, Fiqran menyebut anak didiknya menyambut kehadiran tim Kampus Mengajar dengan baik, walaupun masih terasa sungkan.

Namun dengan bertambahnya waktu interaksi, Fiqran mulai melihat karakter masing-masing anak yang sangat lekat dengan latar belakang budaya.

“Ada siswa yang memanggil gurunya dengan sebutan “woy”, yang bagi saya sangat tidak sopan. Tapi saya tidak langsung menghakimi dia, melainkan mencari tahu dulu kenapa anak tersebut berbicara seperti itu. Setelah saya selidiki, baru saya tahu bahwa di lingkungan anak tersebut yang merupakan penduduk asli Palu, bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa. Bukan bentuk ketidaksopanan," jelas mahasiswa semester 6 tersebut.

Baca juga : Bikin Haru, Mak Ganjar Kaltim Bantu Beda Rumah Warga Kurang Mampu

Baik Marsil maupun Fiqran berharap agar program Kampus Mengajar akan bisa terus diikuti oleh adik-adik tingkatnya.

Selain karena pengalaman yang diperoleh, menurut keduanya Kampus Mengajar merupakan program yang dapat membantu peserta didik mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru di luar yang disampaikan guru di sekolah.

"Harapannya agar Kampus Mengajar tetap berlanjut, dan teknis pelaksanaanya bisa lebih baik," tutup Fiqran, yang diamini Marsil. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.