Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo langsung bergerak cepat atasi kisruh di Papua.
Menteri dari PDI Perjuangan ini meminta pejabat daerah Papua untuk menahan diri tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat menimbulkan emosi masyarakat.
Hal ini menyusul aksi protes warga Manokwari terkait dugaan rasisme oleh oknum ormas yang menyebut mahasiswa Papua dengan makian binatang.
“Dirjen Polpum (Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum) kami koordinasi dengan Forkompimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Intinya satu, kami meminta kepada para pejabat, baik gubernur, bupati, wali kota maupun perangkat untuk menahan diri, tidak terlalu mengumbar berbagai pernyataan yang bisa menimbulkan emosi warganya,” kata Tjahjo di kantornya, Senin (19/8).
Baca juga : Massa Tiba Di Kantor Gubernur Papua
Tjahjo mendukung sepenuhnya Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa untuk dapat membahas peristiwa yang tidak mengenakan itu. Ketiga pimpinan daerah itu diminta untuk membentuk tim khusus atas peristiwa tersebut.
“Semula kita akan panggil ke Jakarta, tapi kita minta kepada Gubernur Papua untuk kembali ke tempat dulu. Untuk menenangkan, kita cari momen yang tepat untuk setidaknya menyelesaikan masalah yang ada,” ucap Tjahjo.
Pertemuan tiga pimpinan daerah yang sedianya akan dilakukan pada Selasa (20/8) esok, namun pertemuan itu harus ditunda. Mereka harus kembali ke daerahnya untuk dapat menenangkan situasi yang tengah memanas tersebut.
“Sebenarnya besok pagi. Tapi karena gubernur harus hadir di daerahnya masing-masing, karena tanggung jawab wilayahnya masing-masing, akan kami tunda,” ujar Tjahjo.
Baca juga : Gerindra Pastikan Tak Ada Deal Khusus Antara Prabowo dan Jokowi
Lebih jauh, politikus PDI Perjuangan ini menyebut, pertemuan tiga pimpinan daerah itu akan berlangsung apabila situasi tidak lagi memanas.
“Menunggu kesiapan Gubernur Papua, dan Gubernur Papua Barat, serta Gubernur Jawa Timur juga,” jelas Tjahjo.
Untuk diketahui, lalu lintas di sejumlah jalan di Manokwari, Papua Barat, lumpuh akibat diblokade massa. Mereka memprotes insiden dugaan kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur (16/8).
Massa menebang pohon dan membakar ban di jalan raya. Aparat kepolisian Polda Papua Barat dan Polres Manokwari turun ke jalan mengendalikan situasi.
Baca juga : Jokowi Ucapan Terima Kasih Pada Polri
Terjadinya insiden ini, Tjahjo pun mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang secara cepat mengamankan wilayah Manokwari. Oleh karena itu, Tjahjo menginginkan pernyataan yang bermula dari Surabaya harus dilakukan penanganan secara serius.
“Saya kira ini adalah sesuatu hal yang dipicu atas adanya pernyataan yang perlu digali lagi. Kami minta Kesbangpol untuk terus koordinasi dengan TNI dan Polri dengan melibatkan tokoh adat dan masyarakat yang ada di Papua dan Papuat Barat,” tandasnya [DIR].
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya