Dark/Light Mode

BPIP Susun Materi Pancasila Bagi Diplomat

Sabtu, 11 Maret 2023 14:10 WIB
Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Materi PIP bagi Diplomat di Jakarta, Jumat (10/3). (Foto: Ist)
Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Materi PIP bagi Diplomat di Jakarta, Jumat (10/3). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya membekali para diplomat Indonesia tentang ideologi Pancasila, Direktorat Pengkajian Materi Pembinaaan Ideologi Pancasila (PIP) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila menyusun materi Pancasila bagi diplomat.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pengkajian Materi PIP, Aris Heru Utomo, pada “Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Materi PIP bagi Diplomat” di Jakarta, Jumat (10/3). 

Dalam penyusunan materi tersebut, BPIP mengundang para nara sumber yang merupakan diplomat senior yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI yaitu mantan Duta Besar RI untuk Polandia dan Austria, Darmansjah Djumala (saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Pakar Bidang Hubungan Luar Negeri BPIP), mantan Duta Besar RI untuk Jepang dan AS, Soemadi Brotodiningrat, mantan Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa dan New York,  Makarim Wibisono, mantan Duta Besar  untuk Selandia Baru dan Vatikan, Agus Sriyono. 

Baca juga : Dukung Energi Hijau, Pertamina Bangun PLTS Di WK Rotan

Hadir pula Staf Ahli Menlu Hubungan Antar Lembaga Muhsin Syihab dan Kapusdiklat Kemlu Mohammad Koba dan Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemlu, Nina Kurnia Widhi.

Menurut Aris Heru Utomo, secara garis besar buku materi Pancasila bagi diplomat ini disusun berdasarkan dua pendekatan dasar yaitu kognitif dan afektif. Melalui pendekatan kognitif dimuat antara lain materi terkait historisitas Pancasila, pemikiran tentang Pancasila dari para pendiri bangsa dan peran Pancasila dalam sejarah diplomasi RI. 

"Adapun melalui pendekatan afektif dimasukkan materi Pancasila yang berhubungan dinamika fraksis atau dimensi praktis kebijakan dan pelaksanaan politik luar negeri RI," kata Aris, dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/3). 

Baca juga : BPIP Minta Kemendikbud Masukkan Mata Ajar Pancasila Ke Perguruan Tinggi

Sementara itu,  Darmansjah Djumala mengingatkan kembali mengenai pentingnya Pancasila sebagai konsensus yang disepakati para pendiri bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai meja statis tidak dapat diubah, namun Pancasila sebagai leitstar dinamis (bintang penuntun), penafsirannya dapat didiskusikan dan dibahas lebih jauh. 

Karena itu ditambahkan oleh Djumala, dalam membahas tentang Pancasila, BPIP lebih menekankan pada Pancasila dalam tindakan. Narasi mengenai Pancasila dapat digambarkan dalam konteks dinamika fraksis yaitu Pancasila sebagai working ideology (terefleksikan dalam kebijakan dan program kegiatan) dan living ideology (ideologi yang hidup di tengah masyarakat).

Adapun Makarin Wibisono, yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai Ketua Tim Pelaksana Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia pada Desember 2022, mengingatkan untuk memasukkan narasi mengenai kedudukan dan peran Pancasila dalam persaingan antara multilateralisme dan unilateralisme. Hal ini penting karena mencakup aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan politik luar negeri RI seperti nilai-nilai musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan internasional, nilai-nilai tentang kesetaraan dan kepatuhan kepada hukum internasional. 

Baca juga : Waka BPIP Kenalkan Salam Pancasila Ke Mahasiswa Pascasarjana IPDN

Sementara itu, Staf Ahli Menlu, Muhsin Syihab, mengharapkan agar dalam materi PIP bagi diplomat ini dapat pula dimasukkan milestone pencapaian diplomasi Indonesia seperti keberhasilan memperjuangkan rezim hukum laut internasional (UNCLOS) yang dimotori mantan Menlu Mochtar Kusumaatmadja, perdamaian Kamboja melalui Jakarta Informal Meeting (JIM) di era Menlu Ali Alatas, Deklarasi Bogor terkait APEC dan sebagainya.

Selain materi Pancasila untuk Diplomat, ke depan BPIP akan menyusun pedoman yang sama untuk profesi yang lain. Dengan disusunnya pedoman pembinaan ideologi untuk beberapa bidang profesi diharapkan etika, moral dan pelayanan publik dan  akan benar-benar merefleksikan nilai-nilai Pancasila.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.