Dark/Light Mode

Waswas Ada Pola Penyusutan Demografi

Wapres: Usia Muda Sedikit, Yang Tua Semakin Banyak

Rabu, 17 Mei 2023 07:45 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kiri) dan Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan keterangan pers pada penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2023 di Jakarta, Selasa (16/5/2023). Musrenbangnas 2023 digelar dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2024 untuk pencapaian pelaksanaan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym).
Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kiri) dan Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan keterangan pers pada penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2023 di Jakarta, Selasa (16/5/2023). Musrenbangnas 2023 digelar dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2024 untuk pencapaian pelaksanaan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym).

RM.id  Rakyat Merdeka - Usia penduduk Indonesia semakin tua. Bahkan, Indonesia disebut sudah menjadi penduduk tua pada tahun ini.

Pemerintah mengaku was­was karena adanya pola penyu­sutan demografi di Indonesia, pasca adanya bonus demografi pada 2030.

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mewanti-wanti penduduk usia tua yang sema­kin banyak membuat Indonesia menjadi tidak produktif.

“Jumlah penduduk usia muda itu mengecil, yang tua-tua makin banyak. Saya kira perlu anjuran supaya ada keseimbangan. Jadi, masyarakat juga jangan menunda nikahnya, kalau tidak nanti banyak penduduk usia tua pada 2045, sementara yang muda produktif rendah,” ujar Ma’ruf saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) ber­tajuk Indonesia Emas di Jakarta, kemarin.

Baca juga : Kasus Suap Pengurusan Perkara MA, KPK Sita Ferrari Hingga McLaren

Eks Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini me­minta Badan Perencanaan Pem­bangunan Nasional (Bappenas) membuat peta jalan baru terkait dengan keseimbangan penduduk di Indonesia pada 2045. Dia mendorong adanya pembaruan pada program Keluarga Beren­cana (KB).

“Kita bisa kalah nanti dari Nigeria dan Pakistan pertum­buhannya. Jadi, satu ketika kita memang pertumbuhannya mesti ditingkatkan. Namun, pada waktu yang lain perlu ada keseimbangan,” jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mencatat, proporsi penduduk usia 0-14 tahun turun dari 24,56 persen pada 2020 menjadi 19,61 persen pada 2045.

Sementara, penduduk usia 65 tahun ke atas malah naik sig­nifikan dari 6,16 persen menjadi 14,61 persen pada 2045.

Baca juga : Saat Pemudik Puas Atas Kinerja Polri Wujudkan Arus Mudik-Balik Aman dan Lancar

Sedangkan untuk usia kerja 15-64 tahun juga menurun dari 69,28 persen pada 2020 menjadi 65,79 pada momentum 100 ta­hun Indonesia.

Adapun, jumlah penduduk diperkirakan akan mencapai 324 juta orang pada 2045.

Sementara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengakui makin banyaknya lansia di masa men­datang membuat Generasi Z, Milenial dan Z harus memper­siapkan diri menjadi kaya saat tua nanti pada 2045.

Di antaranya, kata Suharso, melalui pemahaman dan pelak­sanaan gaya hidup yang se­hat dan produktif, pemahaman dalam investasi dan menabung persiapan pensiun dan terlindung oleh perlindungan sosial yang adaptif.

Baca juga : HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI Dari Sudan Yang Tengah Bergolak

“Menghormati lansia seka­rang, karena nanti milenial akan menjadi penduduk lansia dan membangun kebijakan yang mendukung penghidupan ma­nusia yang sejahtera ke depan,” ingatnya.

Suharso menegaskan, ada lima kebijakan yang akan diambil Pemerintah untuk menjawab perubahan demografi di masa mendatang.

Pertama, mewujudkan per­tumbuhan penduduk yang seim­bang. Kedua, menutup kesen­jangan ketertinggalan kualitas SDM.

Ketiga, menunjang penuaan penduduk. Keempat, mendo­rong perpindahan penduduk yang merata, dan kelima, pembangunan yang seimbang antara pedesaan dan perkotaan. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.