Dark/Light Mode

Yasonna Endus Demo Mahasiswa Ditunggangi Gerakan Politik

Rabu, 25 September 2019 16:53 WIB
Mahasiswa demo di depan gedung DPR, Selasa (24/9). (Foto: M Qori Haliana/RM)
Mahasiswa demo di depan gedung DPR, Selasa (24/9). (Foto: M Qori Haliana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly meminta mahasiswa untuk datang ke DPR. Ia juga siap berdiskusi atau memperdebatkan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Ketimbang, melakukan demonstrasi.

"Kalau mau debat,  mau bertanya tentang RUU, mbok ya datang ke DPR, datang ke saya. Bukan merobohkan pagar," ujar Yasonna di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

Berita Terkait : Bawa Molotov, Polisi Tangkap 94 Orang Terkait Demo Mahasiswa di DPR

Soalnya, Yasonna bilang, aksi demonstrasi mahasiswa ditunggangi pihak tertentu untuk tujuan-tujuan politik mereka .

"Saya berharap kepada para mahasiswa, kepada adik-adik, jangan terbawa oleh agenda-agenda politik yang enggak benar," imbau politisi PDIP itu.

Berita Terkait : Buntut Demo Ricuh, 265 Mahasiswa dan 39 Polisi Luka-luka

Lagipula, kata Menkumham, DPR dan pemerintah telah memenuhi permintaan mereka menunda pembahasan RKUHP dan sejumlah RUU bermasalah lainnya. Pembahasan akan dilakukan DPR periode 2019-2024 bersama pemerintahan yang baru.

"Kemarin kan sudah ditemui oleh Ketua Baleg. Tadi sudah disepakati kalau ada, nanti mau ketemu ya ketemu. Saya hanya mengingatkan, kita ini mendengar, melihat ada upaya-upaya yang menunggangi, jangan terpancing," tegasnya. 

Berita Terkait : Polisi: Bukan Mahasiswa, Tapi Perusuh!

Sebelumnya, Yasonna menyebut, ada pihak-pihak yang hendak mendelegitimasi pemerintahan jelang pelantikan Jokowi  sebagai Presiden pada Oktober mendatang. Kendaraannya, dengan aksi demo mahasiswa. [OKT]