Dark/Light Mode

Konversi Motor Listrik Masih Sepi

Menteri ESDM Usul Insentif Tambahan

Sabtu, 16 September 2023 07:20 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Dok. KESDM)
Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Dok. KESDM)

 Sebelumnya 
Jika harga 1 barel minyak itu setara 80 dolar AS, maka penge­luaran untuk impor minyak hampir menyentuh Rp 800 miliar per hari.

“Kalau konversi ini jalan, bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru. Ada industri Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bisa berkembang. Ada lagi, mengurangi impor crude (minyak mentah). Jadi banyak manfaatnya,” jelasnya.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Ketenagalistrikan Sripeni Inten Cahyani mengakui, konversi motor listrik di masyarakat masih rendah.

Baca juga : Bertemu Delegasi Jepang, Menteri Basuki Genjot Pembangunan IKN

Untuk itu, Kementerian ESDM berencana bakal mem­perluas sasaran penerima insen­tif pada kendaraan operasional roda dua milik korporasi.

“Kami masih menyasar ke­pada perorangan, sementara yang punya uang korporasi. Korporasi juga punya kendaraan operasional itu juga belum kami akomodasi,” katanya.

Sripeni berharap, perluasan target penerima bantuan pada kendaraan operasional korporasi dapat mengerek realisasi kon­versi tersebut nantinya.

Baca juga : Cara Wong Kito Ganjar Lestarikan Pempek Sebagai Kuliner Khas Daerah Palembang

“Kami saat ini akan mem­proses revisi Kepmen ESDM untuk mengakomodasi korporasi tersebut,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai, tidak cukup hanya dengan subsidi untuk menarik minat konversi motor listrik.

Menurutnya, kebijakan ini juga harus didorong dengan tingkat literasi terhadap kenda­raan listrik yang harus digen­carkan.

Baca juga : Pengguna Terus Meningkat, Program Konversi Motor Listrik Hadir Di Surabaya

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 16/9/2023 dengan judul Konversi Motor Listrik Masih Sepi, Menteri ESDM Usul Insentif Tambahan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.