Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Genjot Produksi Nasional Dan Tekan Impor Beras
Kementan Gencarkan Akselerasi Tanam Dan Optimasi Lahan Rawa
Selasa, 21 November 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Pada kondisi tersebut, Indonesia berhasil menyelamatkan produksi dengan berbagai gerakan di lapangan. Seperti memompa air, membagi dan menjaga di pintu pintu air di Cimanuk, pompanisasi air sungai Bengawan Solo, menyiapkan benih tahan kekeringan, bahkan bertanam di rawa yang sedang surut airnya di sejumlah daerah, diantaranya Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Hasilnya 2017, 2019, 2020 dan 2021 kita juga berhasil swasembada beras, tidak ada impor. Hal yang sama pada 1984 kita swasembada beras. Kondisi beras 2018 sangat kuat karena produksi 34 juta ton, konsumsi 30 juta ton, tetapi seiring berangsur waktu kini terpaksa impor,” katanya.
Baca juga : Kementan Genjot Akselerasi Tanam Padi Oktober 2023-Maret 2024 Di Karawang
Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin ini pun terjun langsung ke lapangan dengan mendatangi daerah sentra di 10 hari pertama kerja. Diantaranya, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sumsel, Kalsel, dan dalam waktu dekat menyisir seluruh Pulau Jawa. Amran ingin memastikan kebutuhan petani untuk berproduksi di seluruh-seluruh sentra itu tersedia, tanpa ada hambatan berarti.
Upaya tancap gas ala Mentan ini juga dilakukan sebagai bukti kongkrit dalam menekan kebijakan impor. “Alhamdulilah 10 hari ini saya tancap gas cek lahan, petani dan penyuluh. Kesiapan mereka sangat penting untuk strategi pangan nasional. Kita berharap 2024 tidak ada lagi impor pangan khususnya beras. Dan saya optimis,” sambungnya.
Baca juga : Tekan Impor Akibat El Nino, Kementan Gencar Akselerasi Tanam Padi
Dijelaskan pria yang digelari Bapak Mekanisasi Pertanian oleh Perhimpunan Teknologi Pertanian karena kebijakannya mendorong modernisasi pertanian ini, saat ini ada lebih dari 10 juta hektare lahan rawa yang berpotensi menambah daya gedor produksi nasional. Dari semua lahan tersebut, beberapa di antaranya sudah menghasilkan produktivitas sebanyak 5 ton per hektare. Ke depan, produktivitas lahan tersebut akan ditingkatkan menjadi 7 ton per hektare.
Selain itu, pihaknya juga mendorong optimalisasi lahan rawa dengan meningkatkan Iindeks Pertanaman (IP). “Jadi yang IP-nya 1 (tanam dan panen satu kali setahun), kita naikan jadi 2 atau menjadi 3. Semuanya perlu kolaborasi dan kerja keras untuk memaksimalkan lahan rawa yang ada,” sambungnya.
Baca juga : Anggaran Kementan Nambah
Salah satu daerah yang potensi lahan rawa cukup besar adalah Sumsel. Sayangnya, luasan lahan rawa yang baru bisa digarap para petani baru mencapai 128 ribu hektare untuk produksi padi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya