Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terima Kunjungan RRG Dan ISD Singapore, BNPT Jelaskan Peran Mitra Deradikalisasi
Selasa, 21 November 2023 19:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjelaskan peran mitra deradikalisasi dalam program deradikalisasi saat menerima kunjungan RRG dan ISD Singapore.
Salah satu perannya adalah menceritakan bagaimana proses mereka terpapar ideologi yang salah.
"Terorisme ini bisa menyerang siapa saja, maka dalam penanggulangan terorisme kami menggandeng mereka yang secara langsung telah mengalami dan pernah terpapar. Sehingga, mereka bisa menceritakan pengalamannya secara langsung. Kami gandeng menjadi mitra deradikalisasi,” kata Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid, dalam kegiatan Visitation RRG dan ISD Singapore ke BNPT di Kantor Pusat BNPT, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/11/2023).
Dalam kesempatan ini, ia juga menjelaskan perbandingan regulasi penanggulangan terorisme antara Indonesia dan Singapura.
Baca juga : Universitas Trilogi dan FOS DKI Kolaborasi Hadirkan Gerakan Nusantara Peduli
Dijelaskannya, dalam menghadapi virus ideologi, dia membaginya dalam tiga tahap cluster.
Pertama, yang masih moderat tapi rentan terpapar. Kedua sudah terpapar virus ideologi yang salah tapi tidak sadar.
Ketiga mereka yang sudah berpaham radikal dan sudah masuk dalam jaringan teror.
“Tahapan ketiga ini baru kami bisa bekerja sama dengan Densus dan melakukan program deradikalisasi. Sementara, di Singapura dari cluster pertama sudah bisa dilakukan pre-emptive justice," tambahnya.
Baca juga : Mentan Komit Bantu BNPT Tekan Perkembangan Pemahaman Terorisme
Pimpinan delegasi RRG, Mr. Salim bin Mohamed Nasir menjelaskan, Singapura melihat Indonesia sebagai negara yang mampu menangani tantangan penanggulangan terorisme dengan positif.
"Kami mau belajar dari pakar-pakar penanggulangan terorisme di BNPT RI. Indonesia kami lihat mampu menghadapi segala tantangan penanggulangan terorisme dengan positif, jadi kami belajar dari Indonesia,” jelasnya.
Perwakilan Mitra Deradikalisasi, Sofyan Tasuri menjelaskan mengapa banyak kalangan tertarik mengikuti jaringan teror.
“Akar terorisme adalah intoleransi dan radikalisme, kelompok-kelompok ini menyajikan agama secara instan dan terlihat peduli pada perkembangan agama padahal mereka tidak membawa ruh-ruh agama dalam aktivitasnya,” jelasnya.
Baca juga : Integrasi Mitra Dengan Masyarakat, Jurus BNPT Maksimalkan Deradikalisasi
RRG berdiri sejak 2001. Berawal dari kesadaran cendekiawan Singapura untuk membantu pemerintah dalam menangani ekstremisme dan radikalisme.
Baik di kalangan masyarakat umum, institusi keagamaan, dan pendidikan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya