Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Upaya Jokowi Genjot Kesejahteraan
Targetnya, 1 Juta Guru Honorer Bakal Jadi ASN
Minggu, 26 November 2023 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah berjanji terus meningkatkan kesejahteraan bagi guru. Salah satunya, melalui program seleksi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, sebanyak 544 ribu guru honorer telah lolos seleksi untuk menjadi guru ASN PPPK selama 2021-2022. “Permasalahan guru honorer terkait dengan kepastian karier dan kesejahteraannya, tahap demi tahap teratasi berkat program seleksi guru ASN PPPK,” kata Jokowi.
Baca juga : Jokowi Terbitkan Keppres Pemberhentian Sementara, KPK Putus Akses Firli Bahuri
Hal ini diungkapkannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2023 di Britama Arena, Jakarta, Sabtu (25/11/2023).
Kepala Negara berharap, dalam tiga tahun akan ada kurang lebih 840 ribu guru yang direkrut sebagai ASN PPPK. “Sehingga pada 2024 akan mencapai 1 juta guru ASN PPPK,” tutur eks Wali Kota Solo ini.
Baca juga : Perjuangan Guru Honorer Jadi ASN Masih Panjang
Presiden Jokowi juga meminta kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim untuk membenahi kesenjangan yang terjadi antara guru yang berada di daerah dengan di kota.
“Saya kalau ke daerah, mampir ke SMK, saya lihat SMK di sebuah kabupaten, kemudian saya bandingkan dengan SMK yang ada di kota. Memang gapnya, sarana prasarananya memang sangat jauh berbeda,” ungkapnya.
Baca juga : Di Istana, Jokowi Terima Surat Kepercayaan 12 Duta Besar Negara
Menurutnya, fasilitas yang lebih mumpuni di kota, cenderung lebih memudahkan kinerja guru dan berlangsungnya proses belajar mengajar. Ia kemudian membandingkan situasi ini dengan apa yang dihadapi guru-guru di daerah dengan serba keterbatasan.
“Mungkin yang di kota-kota lebih enak. Tapi, untuk guru-guru yang bekerja di daerah 3T tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang infrastrukturnya terbatas, fasilitasnya terbatas, gurunya juga terbatas, ini saya pastikan lebih berat,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya