Dark/Light Mode

Upaya Jokowi Genjot Kesejahteraan

Targetnya, 1 Juta Guru Honorer Bakal Jadi ASN

Minggu, 26 November 2023 07:30 WIB
Presiden Jokowi berswafoto saat menghadiri acara Hari Guru Nasional 2023di Indonesia Arena GBK, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2023). Jokowi menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru di Tanah Air di Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2023. Dia juga berterima kasih atas pengabdian para guru. (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka/RM.id)
Presiden Jokowi berswafoto saat menghadiri acara Hari Guru Nasional 2023di Indonesia Arena GBK, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2023). Jokowi menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru di Tanah Air di Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2023. Dia juga berterima kasih atas pengabdian para guru. (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah berjanji terus meningkatkan kesejahteraan bagi guru. Salah satunya, melalui program seleksi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, se­banyak 544 ribu guru honorer telah lolos seleksi untuk men­jadi guru ASN PPPK selama 2021-2022. “Permasalahan guru honorer terkait dengan kepastian karier dan kesejahteraannya, tahap demi tahap teratasi ber­kat program seleksi guru ASN PPPK,” kata Jokowi.

Baca juga : Jokowi Terbitkan Keppres Pemberhentian Sementara, KPK Putus Akses Firli Bahuri

Hal ini diungkapkannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2023 di Britama Arena, Jakarta, Sabtu (25/11/2023).

Kepala Negara berharap, dalam tiga tahun akan ada kurang lebih 840 ribu guru yang direkrut sebagai ASN PPPK. “Sehingga pada 2024 akan mencapai 1 juta guru ASN PPPK,” tutur eks Wali Kota Solo ini.

Baca juga : Perjuangan Guru Honorer Jadi ASN Masih Panjang

Presiden Jokowi juga meminta kepada Menteri Pendidikan, Ke­budayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Ma­karim untuk membenahi kesen­jangan yang terjadi antara guru yang berada di daerah dengan di kota.

“Saya kalau ke daerah, mampir ke SMK, saya lihat SMK di se­buah kabupaten, kemudian saya bandingkan dengan SMK yang ada di kota. Memang gapnya, sarana prasarananya memang sangat jauh berbeda,” ungkapnya.

Baca juga : Di Istana, Jokowi Terima Surat Kepercayaan 12 Duta Besar Negara

Menurutnya, fasilitas yang lebih mumpuni di kota, cenderung lebih memudahkan kinerja guru dan berlangsung­nya proses belajar mengajar. Ia kemudian membandingkan situasi ini dengan apa yang diha­dapi guru-guru di daerah dengan serba keterbatasan.

“Mungkin yang di kota-kota lebih enak. Tapi, untuk guru-guru yang bekerja di daerah 3T tertinggal, terdepan, dan ter­luar (3T) yang infrastrukturnya terbatas, fasilitasnya terbatas, gurunya juga terbatas, ini saya pastikan lebih berat,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.