Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Polri Sudah Amankan 36 Terduga Teroris
Waspada Fenomena Baru, Baiat Online ISIS
Kamis, 17 Oktober 2019 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Mohammad Iqbal, mengungkap adanya fenomena baru dalam penyebaran paham radikal di Indonesia, yang berkiblat pada kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Fenomena tersebut adalah baiat online.
“Kelompok ini kita pastikan berafiliasi ke ISIS, sampai mereka berdiskusi untuk merakit bom di grup platform (media sosial). Beberapa tersangka sudah kita tangkap. Sudah berbaiat di situ. Ini fenomena baru, baiat online,” papar Iqbal di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan, Rabu (16/10).
Baca juga : Polisi Tetapkan 68 Tersangka Rusuh Papua dan Papua Barat
Pasca tertangkapnya Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, yang notabene adalah penusuk Menko Polhukam Wiranto, Polri tekah mengamankan 36 terduga teroris.
Mereka diketahui berinteraksi lewat WhatsApp Group dan platform media sosial lainnya. "Ini fenomena baru dalam aksi terorisme di negara kita. Mereka berinteraksi lewat media sosial, platform WhatsApp Group dan sebagainya. Baik itu diskusi soal ideologi, ataupun belajar merakit bom lewat online,” tutur Iqbal, yang pernah menjabat Wakapolda Jatim.
Baca juga : Operasi Senyap Densus 88 Sempat Terendus Warga
Fenomena ini membuat penyebaran paham radikal bersifat tanpa batas, dan mampu menjaring banyak orang.
Untuk mengatasi hal ini, Densus 88 menyebar dan melakukan penyamaran secara massal ke beberapa provinsi. “Otomatis borderless, tanpa batas. Menyebar ke mana-mana. Kuat dugaan, jumlahnya tidak sedikit. Karena itu, Densus 88 berpencar ke beberapa daerah. Di antaranya Manado, Bali, Jatim, Jateng, Pandeglang, Cirebon, dan seterusnya sampai ke Poso,” terang Iqbal.
Baca juga : TNI-Polri Solid Amankan Situasi Nasional
“Total, kita berhasil menghentikan rencana aksi teror dari 36 orang ini. Hampir 90 persen, berbaiat secara online. Oleh karena itu, saya menyebut itu fenomena baru,” pungkasnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya