Dark/Light Mode

Dana Desa Bisa Gairahkan UMKM di Setiap Pedesaan

Jumat, 18 Oktober 2019 13:28 WIB
Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo. (Foto: IG@ekoputrosandjojo).
Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo. (Foto: IG@ekoputrosandjojo).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo yakin menurunnya angka pengangguran di pedesaan antara lain dampak dari meningkatnya pertumbuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

“Pesatnya pertumbuhan UMKM di pedesaan terjadi karena masifnya pem bangunan infrastruktur melalui Dana Desa yang di gelontorkan pemerintah selama lima tahun,” ungkap Eko dalam Workshop dan Temu Bisnis Nasional UMKM 2019 di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, kemarin. 

Seperti diketahui, angka pengangguran desa pada akhir periode pertama Presiden Joko Widodo tercatat hanya 3,72 persen dari total jumlah penduduk. 

Baca juga : Pilih Dialog, BEM Nusantara Serukan Situasi Kondusif di Pelantikan Presiden

Angka itu lebih sedikit dibandingkan angka pengangguran perkotaan yang mencapai 6 persen. Eko menilai, keberhasilan menumbuhkan UMKM di desa tidak lepas dari semangat masyarakat kecil yang mampu bertahan saat krisis ekonomi melanda Indonesia. 

Kini, Dengan infrastruktur yang memadai, pemerintah kini tengah fokus pada peningkatan sumber daya manusia. Langkah ini diharapkan bisa terus meningkatkan pertumbuhan UMKM. 

Eko menyebut beberapa aspek penting dalam pengembangan UMKM. Antara lain, strategi pemasaran, pemenuhan bahan baku yang optimal dan pendanaan. 

Baca juga : Djoko Siswanto: Dana KKP Bisa Tingkatkan Produksi Migas

Menurutnya, pemerintah harus hadir bertindak sebagai penghubung dan pembuka saluran ke berbagai sumber yang mampu meningkatkan kapasitas UMKM. Selain itu, harus terus menumbuhkan ekonomi kreatif agar menghasilkan UMKM yang berdaya saing. 

Di tempat sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan menyampaikan, UMKM tumbuh cukup pesat selama lima tahun ini. “Data semester awal, UMKM skala besar berjumlah 5.550 unit, 60.720 UMKM menengah, 783.132 UMKM skala kecil, dan 63,5 juta unit UMKM skala mikro,” jelasnya. 

Rully memastikan pemerintah akan memberi perhatian ke UMKM. Karena masa depan ekonomi Indonesia ada di pundak mereka. Ia memperkirakan, kalau pemerintah berhasil mendorong kenaikan omzet UMKM mikro 30 persen dan UMKM kecil 10 persen maka ekonomi nasional bisa akan tumbuh 7-9 persen. 

Baca juga : Amankan Pelantikan Jokowi-Maruf, TNI-Polri Kerahkan 30 Ribu Personel Gabungan

“Terlebih lagi bila ada upaya mendorong UMKM naik kelas. Semisal dari total jumlah hanya sekitar 10 persen dari UMKM yang naik, maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tembus 7- 9,3 persen,” jelasnya. 

Sementara, Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan kegiatan UMKM merupakan salah satu pilar penguatan ekonomi secara nasional, terutama dalam mem perluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat. 

“UMKM juga memiliki peran strategis, mendorong proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta mewujudkan stabilitas nasional,” ujarnya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.