Dark/Light Mode

Tanggulangi Ekstremisme Kekerasan Di Dunia Maya

Indonesia Dan Pemerintah Australia Adakan Workshop ASEAN-Australia

Kamis, 1 Februari 2024 19:53 WIB
Foto: BNPT
Foto: BNPT

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia maya atau ruang digital kini kerap digunakan kelompok ekstremis untuk menyebarkan konten-konten kekerasan.

Karena itu dibutuhkan kerja sama lintas negara dalam menanggulanginya.

Salah satu implementasi kerja sama tersebut adalah terselenggaranya kegiatan "ASEAN-Australia Counter Terrorism Workshop on Good Practices Approaches to Countering Violent Extremism, Hate Speech and Disinformation Online”, pada 30-31 Januari 2024.

Indonesia diwakili Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadi tuan rumah bersama Pemerintah Australia.

Baca juga : Relawan Gibran Bakal Buat Gebrakan Untuk Anak Muda Indonesia

"Kelompok ekstremis memanfaatkan dunia maya untuk merekrut individu dan membuat perpecahan. Dalam menanggulanginya, kami menekankan pentingnya kerja sama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan hingga lintas negara," kata Deputi Bidang Kerjasama Internasional sekaligus ketua kelompok kerja pejabat senior ASEAN pada isu penanggulangan Terorisme (SOMTC Working Group on Counter-Terrorism) Andhika Chrisnayudhanto, seperti keterangan yang diterima RM.id, Kamis (1/2/2024).

Andhika juga menekankan, isu ini merupakan ancaman serius di berbagai negara.

"Konten-konten ekstremisme kekerasan, ujaran kebencian, disinformasi, dan radikalisasi online merupakan ancaman serius di berbagai negara," tambahnya.

Selaras dengan Andhika, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) sekaligus Ketua SOMTC-Indonesia Komjen Wahyu Widada menjelaskan, penguatan pencegahan penyalahgunaan internet menjadi salah satu cara dalam menanggulangi penyebaran konten ekstremisme berbasis kekerasan di ruang digital.

Baca juga : Kapolri Soal Estafet Kepemimpinan, Poros Muda Indonesia: Tak Ada Yang Salah

"SOMTC-Indonesia berkomitmen untuk menanggulangi konten ekstremisme berbasis kekerasan, ujaran kebencian, dan disinformasi yang disebarkan secara online, salah satunya dengan memperkuat pencegahan penyalahgunaan internet," ujarnya.

Sementara Deputy Head of Australian Mission to ASEAN Caroline Scott menegaskan bahwa workshop ini merupakan bukti nyata kerja sama Pemerintah Australia dan ASEAN, dalam menghadapi ancaman ekstremisme berbasis kekerasan dalam ruang digital.

"Forum ini juga menegaskan komitmen Pemerintah Australia untuk bekerja sama dengan ASEAN dalam menghadapi ancaman ekstremisme berbasis kekerasan dalam ruang digital. Australia melihat ini sebagai tantangan yang kompleks, ketika kemajuan teknologi berdampak pada penyebaran konten ekstremisme berbasis kekerasan, ujaran kebencian dan disinformasi secara daring," jelasnya.

Workshop ini diikuti oleh 110 peserta dari perwakilan SOMTC negara-negara ASEAN, Timor Leste dan Australia, Badan-Badan Sektoral ASEAN, dan Organisasi Internasional terkait, termasuk industri digital.

Baca juga : Skandal Daihatsu, Distribusi Kendaraan Toyota Di Indonesia Kembali Normal

Adapun delegasi Indonesia yang hadir pada workshop ini, di antaranya Polri selaku sekretariat SOMTC Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan BNPT.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi ASEAN SOMTC Work Programme 2022-2024, Bali Work Plan 2019-2025, dan SOMTC-Australia Work Plan on Cooperation to Combat Transnational Crime 2022-2025.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.