Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

MUI Ikut Urusi Stunting, Wapres Acungkan Jempol

Senin, 12 Februari 2024 20:28 WIB
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat memberikan sambutan di acara Rakornas Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI di Istana Wapres, Jakarta, Senin (12/02/2024). (Foto: BPMI Setwapres)
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat memberikan sambutan di acara Rakornas Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI di Istana Wapres, Jakarta, Senin (12/02/2024). (Foto: BPMI Setwapres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden KH Maruf Amin memberikan apresiasi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ikut serta mengurusi persoalan stunting. Kiai Maruf berharap, dengan pelibatan tokoh agama dalam mengurusi persoalan ini, penurunan angka stunting bisa maksimal dan mencapai nol persen pada 2045. 

“Melalui Aksi Zero Stunting menuju Indonesia Emas 2045, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat tampil sebagai penggerak umat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya pencapaian target percepatan penurunan stunting,” kata Wapres, saat menyampaikan sambutannya pada acara Rakornas Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI di Istana Wapres, Jakarta, Senin (12/02/2024).

Dalam pidatonya, Wapres menyampaikan sejumlah pesan agar sumber daya berkualitas, berdaya saing, dan utamanya, bebas stunting. Pertama, ulama harus mempunyai pemahaman yang baik tentang stunting untuk disampaikan kepada masyarakat. Kedua, sebagai pendidik, ulama berkewajiban untuk menyampaikan pesan dengan cara yang baik, lemah lembut, dan bijaksana. "Hindari memberikan vonis, agar pesan tidak menimbulkan prasangka negatif di masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga : Akademisi Turun Aksi, Wapres: Dinamika Politik Jelang Pemilu

Ketiga, Kiai Maruf berharap ulama mampu menggerakkan masyarakat yang ada di wilayah tempat tinggalnya untuk menangani stunting, baik mencegah maupun menangani anak-anak yang terlanjur stunting. 

“Ulama harus memberikan contoh baik, mulai dari dirinya dan keluarganya terlebih dahulu, sebelum menyampaikan kepada orang lain,” imbuh Wapres.

Sementara itu, mengenai Deklarasi Aksi Zero Stunting yang dilaksanakan MUI, Wapres mendorong MUI agar berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, serta membangun pendekatan agama yang efektif dalam tindak lanjutnya.

Baca juga : PSI: Dukungan Presiden Ke Capres Bukan Dosa

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Suhud menyampaikan bahwa penanganan stunting yang saat ini sedang diupayakan bersama adalah demi kebaikan bersama bangsa Indonesia untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan, terlebih dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Ia juga mengungkapkan apresiasi kepada pemerintah yang sampai saat ini tidak pernah luput dari tujuan utama memperbaiki kualitas hidup anak bangsa dari persoalan gagal tumbuh tersebut.

“Di negara demokrasi ini jangan sampai anak-anak yang belum beruntung, kesehatan, makan, dan gizinya tidak terurus. Kita apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah yang terus mendorong agar di Indonesia jangan ada stunting,” tambahnya.

Baca juga : FX Rudy Pastikan Mahfud Bukan Wapres Ban Serep

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta perwakilan pengurus KPRK MUI, sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.