Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Urusan Pertanahan Jadi Masalah Serius
Hadi: Rakyat Tak Berdaya Berhadapan Dengan Mafia
RM.id Rakyat Merdeka - Urusan pertanahan atau agraria dinilai sudah menjadi masalah serius bagi rakyat Indonesia. Penyelesaiannya tidak bisa hanya mengandalkan satu kementerian saja, tapi harus bersinergi antar-kementerian.
MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto mengungkapkan, persoalan pertanahan berkaitan juga dengan stabilitas hukum dan keamanan. Pengaduan masyarakat (dumas) yang masuk ke kementeriannya mayoritas berkaitan dengan masalah agraria atau pertanahan.
“Kalau saya lihat dari data dumas yang ada di Kemenko Polhukam, hampir 50 persen bahkan lebih itu urusan agraria. Ini permasalahan pertanahan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (18/4/2024).
Eks Panglima TNI ini menegaskan, masalah pertahanan ini sudah menjadi masalah serius yang dihadapi banyak orang. Tak jarang, masyarakat tak berdaya karena berhadapan dengan mafia.
Baca juga : Gerindra: Komunikasi Sama PKB & PPP, Jos!
“Ini masalah rakyat yang harus segera dituntaskan oleh Kemenko Polhukam,” tegasnya.
Dia pun berjanji untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan persoalan pertanahan, terutama yang sudah masuk ke ranah Kemenko Polhukam.
Hadi yakin, pengalamannya yang pernah menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
“Saya harus menambah ilmu-ilmu lain. Mari kita buka masing-masing untuk menyelesaikan permasalahan yang selalu disampaikan oleh masyarakat,” tuturnya.
Baca juga : Gerindra Ngebet Dorong Erina Di Pilbup Sleman
Sebelumnya, Hadi juga menyoroti pentingnya penyelesaian masalah pertanahan yang sangat pelik. Ia mencontohkan yang terjadi di Papua, terutama tanah adat.
Urusan pertanahan harus memiliki payung hukum yang jelas. Dia menyebut, penyewaan tanah adat oleh investor asing juga dapat menjadi polemik di ujung jika tidak ada kejelasan kepemilikan tanah.
“Saat saya (menjabat Menteri) ATR/Kepala BPN kemarin, saya urus benar-benar penyerahan sertifikat tanah adat untuk masyarakat adat,” ucapnya.
Selain sertifikasi tanah adat, Hadi juga menekankan pentingnya kejelasan desain tata ruang dapat meminimalisir penyalahgunaan peruntukan lahan.
Baca juga : Erupsi Gunung Ruang Ikut Disorot Media Asing
“Perlu ada juga yang mendesain tata ruang. Jadi setiap lahan di kota/kabupaten jelas peruntukkan dan penggunaannya. Tidak ada lagi lahan tani yang dibangun gedung dan lain sebagainya,” katanya.
Kepastian hukum tentang pertanahan dan tata ruang yang baik akan mendukung secara langsung ekonomi daerah. Kondisi ini berdampak pada stabilitas hukum dan keamanan wilayah setempat.
“Kalau ada tata ruang yang benar, otomatis akan mendorong perekonomian daerah. Kita minimalisir adanya penyalahgunaan lahan,” tegasnya.
Hadi juga meminta jajarannya lebih sigap dalam melaksanakan tugas, terutama dalam menindaklanjuti aduan masyarakat. Dia berpesan jajarannya ikut menjaga stabilitas nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.