Dark/Light Mode
Menko Airlangga Ceritakan Bilateral Dengan USA
Amerika Siap Berinvestasi Untuk Green Data Center
RM.id Rakyat Merdeka - Rupanya banyak pengusaha Amerika yang siap berinvestasi dalam proyek pusat data atau data center di Indonesia. Salah satu syaratnya, pusat data itu harus memakai energi ramah lingkungan atau menjadi green data center.
“Salah satu yang bisa kita bangun, sumber energinya bisa menggunakan floating solar panel. Potensinya bisa sampai 4,5 GW dari seluruh bendungan yang ada,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, kemarin sore.
Menko menceritakan pertemuan bisnisnya di Singapura, menghasilkan banyak hal baik untuk Indonesia. Ada banyak agenda kerja dan berdiskusi bersama sejumlah investor di sektor teknologi. Salah satunya yang cukup penting adalah pertemuan dengan US Secretary of Commerce Gina Raimondo. Bilateral meeting berlangsung di Fullerton Hotel Singapura, Rabu (5/6/2024). Menko didampingi antara lain Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Amerika dan Pasifik Kemenko Perekonomian Irwan Sinaga.
Baca juga : Jokowi: Syaratnya Ketat
Airlangga menyampaikan terima kasih atas dukungan Amerika Serikat kepada Indonesia untuk menjadi anggota OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) atau Organisasi Kerjasama Pembangunan Ekonomi. Keanggotaan Indonesia dalam OECD sangat penting untuk mendorong transformasi ekonomi mencapai visi Emas 2045.
Pertemuan dengan Gina Raimondo dilakukan di sela-sela rangkaian kegiatan IPEF (Indo-Pacific Economic Framework), berlangsung penuh keakraban.
“Indonesia telah mempunyai Kawasan Ekonomi Khusus terkait Data Center di Batam dan di-support oleh grid energi terbarukan. Jadi, kami juga harapkan Amerika Serikat turut mendukung pembangunan Data Center dan jaringan kabel serat optik yang sedang berlangsung di Indonesia saat ini,” ujar Menko Airlangga.
Baca juga : Kemenkopolhukam Usul Pidana Bersyarat Saja
Kalau menggunakan serat optik, prosesnya lebih efisien. “Nggak perlu gali-gali, tapi kabelnya langsung dicemplungin ke laut,” katanya kepada Rakyat Merdeka.
Bagaimana respons Secretary Gina? Kata Menko, USA menyambut baik dan akan mendukung melalui skema IPEF. Banyak perusahaan Amerika yang ingin mengembangkan Data Center di Indonesia, sehingga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah, termasuk dalam hal kemudahan izin berusaha.
Secretary Gina mengungkapkan, secara khusus telah mengajak 23 investor dari Amerika untuk mengikuti sesi Clean Economy Investor Forum yang merupakan bagian dari rangkaian pertemuan IPEF. Dan banyak di antara mereka yang ingin sekali segera berinvestasi di negara-negara mitra IPEF, terutama Indonesia.
Baca juga : Banteng Nggak Terganggu
Airlangga mengatakan, senang mendapatkan kabar investor Amerika antusias. Dan menyampaikan berbagai peluang investasi lain di sektor energi baru di Indonesia. Antara lain carbon capture and storage, solar panel dan geothermal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.