Dark/Light Mode

Menko Airlangga Ajak Singapura Jadi Jangkar Perdamaian & Stabilitas Di ASEAN Dan Kawasan Indo-Pasifik

Jumat, 7 Juni 2024 17:14 WIB
Menko Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto (kanan) bersama dengan Deputi Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong di Plenary Meeting Indonesia-Singapura Six Bilateral Economic Working Groups yang berlangsung di Hotel Marina Bay Sands Singapura, Jumat (7/6/2024). (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto (kanan) bersama dengan Deputi Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong di Plenary Meeting Indonesia-Singapura Six Bilateral Economic Working Groups yang berlangsung di Hotel Marina Bay Sands Singapura, Jumat (7/6/2024). (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto bersama dengan Deputi Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong.

Deputi PM Singapura Gan Kim Yong menyampaikan harapan agar hubungan erat Indonesia dan Singapura selama ini dapat terus dikembangkan di tengah tantangan yang ada saat ini, sekaligus membuka berbagai peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Pertemuan Ministerial Meeting of Indonesia–Singapore Six Bilateral Economic Working Groups (MM 6WG) merupakan agenda tahunan Pertemuan Tingkat Menteri dalam kerangka kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Singapura.

“Saya ucapkan terima kasih atas keramahtamahan serta penyelenggaraan pertemuan IPEF yang sangat baik, termasuk pertemuan bilateral ini. Saya juga mengucapkan selamat atas pengangkatan Anda sebagai Deputi Perdana Menteri disamping melanjutkan jabatan sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian,” ujar Airlangga dalam Plenary Meeting Indonesia-Singapura Six Bilateral Economic Working Groups yang berlangsung di Hotel Marina Bay Sands Singapura, Jum’at (7/6/2024).

Pertemuan Tingkat Menteri kerja sama ekonomi bilateral 6WG sendiri sudah terlaksana sebanyak 13 kali, pertemuan terakhir diadakan di Semarang pada pertengahan Agustus tahun 2023 lalu.

Lebih lanjut Airlangga menjelaskan, kerja sama bilateral 6WG bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara yang mencakup peningkatan kerja sama di kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK) serta KEK lainnya.

Baca juga : Gandeng Tranjakarta, JIEP Hadirkan Angkutan Umum di Kawasan Industri Pulogadung

Selain itu kerja sama ini juga untuk peningkatan investasi, kerja sama bidang transportasi, kerja sama bidang tenaga kerja, kerja sama bidang agribisnis, serta peningkatan kerja sama bidang pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun ke depan Indonesia berkeinginan untuk masuk ke dalam 10 besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Untuk mencapai hal tersebut, menurutnya Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 6 hingga 7 persen sehingga Indonesia membutuhkan lebih banyak investasi.

Pencapaian tersebut menurutnya juga memerlukan dukungan dan kolaborasi yang lebih baik lagi dengan Singapura.

“Indonesia juga akan terus mengupayakan untuk memelihara stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik sebagaimana halnya juga di kawasan ASEAN. Saya yakin bahwa Indonesia bersama Singapura dapat menjadi jangkar,” ucap Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan perkembangan terkait aksesi Indonesia untuk menjadi anggota pertama dari ASEAN di Organization of Economic Co-operation and Development (OECD), maupun upaya Indonesia dalam mengakses keanggotan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Baca juga : Viral Ayah Ojak Damprat Jemaah Haji Asal Malaysia Karena Hina Indonesia Miskin

Dengan dukungan Singapura, Airlangga juga berkeyakinan Indonesia dapat menjadi anggota OECD maupun CPTPP dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.

Terkait sejumlah kemajuan yang telah dihasilkan oleh keenam working group kerja sama bilateral Indonesia-Singapura, Airlangga menyebutkan keberadaan investasi Data Center di Nongsa Digital Park, Batam.

“Untuk membedakan dengan industri sejenis, selain menjadi pusat Data Center, Nongsa Digital Park juga dijadikan pusat pelatihan dan pendidikan bagi talenta digital di Batam,” ujarnya.

Selain itu, Airlangga menyampaikan, bahwa dalam rangka mendukung mobilitas investor Singapura ke Indonesia, telah diberikan kemudahan regulasi multiple entry visa bagi tenaga ahli Singapura yang melakukan kunjungan rutin melalui Visa D17 serta skema koordinasi lintas Kementerian/Lembaga terkait dengan pemberitahuan kedatangan kunjungan tenaga ahli ke Kawasan BBK.

Pada kesempatan tersebut juga disinggung mengenai Kendal Industrial Park (KIP) yang sejak diubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah membuat nilai KIP meroket dan menciptakan banyak multiplier effect.

Pertumbuhan eksponensial tersebut berkaitan langsung dengan insentif finansial yang diberikan di KEK dalam bentuk fasilitas perpajakan seperti tax holiday dan tax allowance.

Baca juga : Di Depan Menko Airlangga, Sekjen OECD Janji Kebut Proses Keanggotaan Indonesia

Saat ini terdapat sebanyak 100 pelaku usaha serta nilai investasi sebanyak Rp. 43,8 triliun di KIP.

“Kami sangat menghargai proses yang berjalan saat ini, karena proses tersebut merupakan perjalanan itu sendiri. Six Bilateral Economic Working Groups juga telah menghasilkan kemajuan sangat berarti, dan saya berterima kasih kepada tim kedua negara yang telah bekerja keras untuk mencapai hal itu,” pungkas Airlangga.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatanganan dokumen Joint Report to Leaders, sebagai laporan kedua menteri kepada pemimpin kedua negara mengenai capaian dan perkembangan kerja sama bilateral ekonomi 6WG.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.