Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadapi 3 Tantangan Krisis Global
Menteri LHK: Perlu Langkah Nyata Dan Partisipasi Publik
Jumat, 5 Juli 2024 17:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengingatkan, Indonesia masih menghadapi tiga tantangan krisis global, termasuk perubahan iklim.
Untuk mengatasinya, dia mengingatkan perlunya langkah nyata dan partisipasi publik.
Hal itu disampaikan Siti dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, di Jakarta, Jumat (5/7/2024).
Tema global Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah "Restorasi Lahan, Desertifikasi dan Ketahanan Menghadapi Kekeringan”, atau "Land Restoration, Desertification, and Drought Resilience".
Baca juga : RI Beri Hibah Peralatan Medis Ke Fiji Rp 3,1 M
Menurut Siti, tema tersebut dilatarbelakangi kondisi yang dialami saat ini.
“Seperti yang selalu disampaikan Yang Terhormat Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden pada berbagai kesempatan, akan tantangan tiga krisis global, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati dan penipisan sumber daya alam serta polusi," ujar Siti.
Menghadapi ketiga tantangan utama tersebut, Siti menjelaskan, rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, yang dimulai pada 5 Juni lalu, berfokus pada upaya peningkatan dan penguatan partisipasi masyarakat.
Serta, memastikan atensi terus diberikan kepada upaya pelestarian lingkungan.
Baca juga : Sidang UNFCCC Ke-60: Perdagangan Karbon Luar Negeri Harus Dengan Otorisasi
“Dalam merespons isu-isu lingkungan dengan tindakan nyata selain penguatan kebijakan dan langkah korektif,” tutur Siti dalam acara yang dihadiri Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin tersebut.
Kegiatan ini diadakan KLHK di seluruh Indonesia, untuk memastikan partisipasi yang merata dari seluruh wilayah Tanah Air.
Siti mengatakan, kegiatan-kegiatan itu dilakukan untuk memperkuat kebijakan dan langkah operasional aksi pelestarian lingkungan dan aksi iklim, serta memastikan konsistensi kerja-kerja di akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, untuk menyelesaikan krisis iklim, dibutuhkan prinsip keadilan yang disertai dengan inovasi.
Baca juga : Menteri LHK Perlihatkan Kerja Nyata RI Tekan Deforestasi
“Dengan tetap mengedepankan prinsip inklusivitas, keadilan dalam satu generasi, dan keadilan antar-generasi,” tutur Ma’ruf.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya