Dark/Light Mode

Cegah Kekerasan Dan Pelecehan Seksual Di Dunia Digital

Aturan Perlindungan Anak Di Ranah Daring Ditunggu Publik

Rabu, 2 Oktober 2024 07:25 WIB
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar. (Foto: Dok. KemenPPPA)
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar. (Foto: Dok. KemenPPPA)

 Sebelumnya 
“Tantangan yang dihadapi un­tuk perlindungan anak di dunia digital, terutama di Indonesia, lebih kepada awareness ma­syarakat terkait perlindungan anak di dunia digital,” ujarnya.

Yanti menambahkan, ASEAN ICT Forum on Child Online Protection membawa sejumlah isu penting, di antaranya me­ningkatkan literasi digital anak-anak, khususnya bagi orang tua.

“Orang tua harus bisa bersikap bijaksana ketika menemukan konten negatif digadget anak,” tandasnya.

Baca juga : BUMN Kecil Didorong Tiru Langkah Himbara

Soal perlindungan anak di ranah daring juga jadi perbin­cangan netizen di media sosial X. Pasalnya, tidak sedikit kasus kriminalitas, kekerasan, hingga pemerkosaan yang dilakukan oleh anak berawal dari internet.

“Zaman sudah semakin edan. Kalau nggak diawasin, anak kecil bisa nonton film porno lewat HP. Usaha melindungi anak di ranah daring memang sudah mendesak,” tulis akun @aabbuua.

“Predator anak hingga bul­ly digital terhadap anak, bi­asanya muncul di Facebook atau WA group berkedok group per­mainan mobile. Ini yang harus dicegah juga,” timpal akun @ghostridderss2.

Baca juga : Jakarta Siapin Perahu Dan Tenda Pengungsian

Akun @bougennnvidule me­nyatakan, bila sudah berada di tahap harmonisasi, Peraturan Presiden (Perpres) tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring, pasti keluar tahun ini.

“Masterplan untuk melind­ungi anak dan perempuan ini sudah harus segera diwujudkan. Kami berharap, aturan itu meli­batkan seluruh kementerian dan masyarakat, bisa ikut berpartisi­pasi melindungi anak-anak dan perempuan di ranah digital,” harapnya.

Akun @huseeiiinnn33 punya pendapat berbeda. Dia menilai edukasi dan pengawasan dari orang tua sangat penting untuk melindungi anak-anak di ranah daring.

Baca juga : Tatap Musim NBA 2024-2025, King James Tetap Menyala

“Selain perlindungan, dibu­tuhkan edukasi kepada anak-anak bagaimana bermedia sosial yang baik. Soalnya, banyak ban­get kalimat toxic yang muncul di YouTube, Facebook, TikTok, yang bisa berakibat buruk bagi perkembangan anak,” tandas­nya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 2 Oktober 2024 dengan judul Cegah Kekerasan Dan Pelecehan Seksual Di Dunia Digital, Aturan Perlindungan Anak Di Ranah Daring Ditunggu Publik

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.