Dark/Light Mode

Pacu Pertumbuhan & Pemerataan Industri Di Kawasan Timur Indonesia

Kemenperin Pacu Perluasan Kawasan Industri Makassar

Jumat, 18 Januari 2019 15:35 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong perluasan Kawasan Industri Makassar (KIMA) di Sulawesi Selatan hingga 1.000 hektar. Langkah ini diambil, mengingat saat ini kawasan tersebut sudah hampir terisi penuh, oleh 250 perusahaan. Ditambah lagi, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan gerbang perekonomian di bagian Timur Indonesia.

"Lahan di KIMA sudah sangat terbatas. Bisa dikatakan, lokasinya hampir habis terjual. Jadi, perlu perluasan lagi. Sehingga, nantinya mampu menampung banyak investor yang masuk," ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Makassar, Jumat (18/1).

Secara keseluruhan, total area KIMA mencapai 270,84 hektar. Yang sudah terjual seluas 237,39 hektar. Sisa yang belum terjual 33,45 hektar. Pemprov Sulawesi Selatan merekomendasikan KIMA 2 di Kabupaten Maros sebagai konsep pengembangan wilayah Makassar, Maros, Sungguminasa, Gowa, dan Takalar (Mamminasata).

Baca juga : Jokowi Aktifkan Kembali Stasiun KA Di Garut

"Perluasan KIMA ini sejalan dengan upaya pemerintah memacu pertumbuhan, pemerataan industri, dan ekonomi di kawasan Timur Indonesia. Apalagi, Indonesia adalah salah satu negara tujuan utama investasi. Sehingga, diproyeksikan banyak pelaku industri yg bakal menanamkan modalnya," papar Airlangga.

Dengan menggaet lebih banyak investor yang masuk ke Sulawesi Selatan, diyakini akan memberikan efek berantai yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Mulai dari peningkatan nilai tambah bahan baku, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta memberikan kemudahan terhadap perizinan usaha dan penyediaan lahan di kawasan industri. Saat ini, pemerintah telah menerapkan sistem Online Single Submission (OSS) secara terintegrasi.

Baca juga : Kemenperin Gembleng Industri Hadapi Era 4.0

"Saat ini, kami sedang mengkaji lahan di Kabupaten Maros sebagai lokasi yang tepat untuk perluasan KIMA 2. Lahan di KIMA sekarang sudah hampir habis karena banyak peminatnya. Terkait hal itu, Pemprov Sulsel diminta untuk memfasilitasi ketersediaan lahan minimal 1.000 hektar," ujar Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Jumat (18/1).

Upaya perluasan KIMA juga dimaksudkan sebagai pengembangan dan pembangunan kawasan industri di luar Jawa.

Pengembangan kawasan industri diyakini dapat meningkatkan nilai investasi di Indonesia. Berdirinya pabrik akan menyerap banyak tenaga kerja lokal, sebagai salah satu bukti multiplier effect aktivitas industrialisasi.

Baca juga : Wiranto Waspadai Aksi Terorisme Di Pemilu 2019

Kemenperin juga berencana memfasilitasi pembangunan politeknik di kawasan industri. Hal ini ditujukan untuk memudahkan perusahaan mendapatkan tenaga kerja kompeten, sesuai kebutuhan zaman sekarang. Terutama, dengan adanya perkembangan teknologi industri 4.0. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.