Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
INKA Ekspor Kereta Ke Bangladesh
Menperin Airlangga Acungkan Jempol
Minggu, 20 Januari 2019 23:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengacungkan jempol kepada PT Industri Kereta Api (INKA), yang berhasil mengekspor kereta api ke Bangladesh. PT INKA berhasil mendapatkan kontrak 250 gerbong dari Bangladesh Railway pada 2017, dengan nilai kontrak 100,89 juta dolar atau sekitar Rp 1,4 triliun.
“Ini menunjukkan kemampuan engineering dan produk nasional kita, sudah bisa menembus pasar ekspor sekaligus menembus pasar-pasar nontradisional,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan pengiriman ekspor gerbong kereta produksi Indonesia ke Bangladesh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (20/1) pagi.
Salah satu keunggulan kereta yang diekspor ini adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 65 persen. “Kalau engineering dihitung sebagai local content, itu bisa mencapai 80 persen. Ditambah sinergi dengan bahan baku lokal yang sudah tersedia,” tutur Airlangga.
Baca juga : Istri Ustad Maulana Meninggal Dunia
Ia meyakini, struktur industri kereta api akan lebih kuat lagi, karena terdapat bahan baku yang lengkap di dalam negeri. Seperti baja dan stainless steel. Apalagi, kereta api sudah menjadi pelopor sejak Revolusi Industri Pertama.
“Di era industri 4.0, keunggulan kita adalah sudah cukup maju teknologinya, dan punya pasar domestik yang bisa diarahkan ke ekspor,” ujar Airlangga.
Menurutnya, ekspor produk manufaktur lebih menguntungkan ketimbang ekspor komoditas. Sebab, ekspor produk manufaktur mempunyai daya tahan lebih kuat, dan tidak terganggu gejolak naik turun harga komoditas.
Baca juga : Ekspor Kereta Penumpang Tahap I Dikirim Ke Bangladesh
“Kisah sukses INKA menunjukkan ekspor kita bukan melulu komoditasm 73 persen dari total ekspor, berasal dari industri pengolahan. Ini membuktikan kekhawatiran tentang deindustrialisasi tidak terjadi,” terang Airlangga.
Ekspor kereta produksi INKA didukung dengan skema National Interest Account dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). “Ditambah lagi, sekarang pemerintah membantu melalui LPEI. Ke depannya, untuk ekspor produk seperti industri strategis harus dipaket dengan pembiayaan,” terang Airlangga.
Terkait hal ini, Direktur Utama INKA Budi Noviantoro menyampaikan, peluang industri perkeretaapian masih terbuka lebar. Misalnya, untuk pasar di Asia Selatan dan Afrika. Untuk memenangkan kompetisi dengan perusahaan dari negara lain, pihaknya mengutamakan kualitas produk yang bagus, harga murah, serta pengiriman cepat.
Baca juga : Jonan Pastikan Merapi Masih Aman
“Kereta ini didesain khusus dengan kebutuhan layanan di sana. Misalnya, muatan diperbanyak dan atap diperkuat,” ujar Budi.
Saat ini, INKA juga tengah menyelesaikan pesanan dari dalam negeri, yakni 438 kereta LRT Jabotabek pesanan PT Kereta Api Indonesia (Persero), rangkaian kereta untuk Filipina, serta menggarap potensi di Srilanka.
Untuk terus meningkatkan produktivitas industri ini, pemerintah memberikan dukungan perluasan pabrik INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan total nilai investasi sekitar Rp 1,63 triliun. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya