Dark/Light Mode

Menkes: Virus HMPV Nggak Mematikan Seperti Covid-19

Selasa, 7 Januari 2025 08:21 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Kantor Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin, (6/1/2025). (Foto: RRI/Aditya Prabowo)
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Kantor Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin, (6/1/2025). (Foto: RRI/Aditya Prabowo)

 Sebelumnya 
Diketahui, sejumlah media lokal China menyebut penyebaran HMPV mulai melonjak pada akhir tahun kemarin. Tercatat, ada 40 kasus selama 2-8 Desember 2024. Angka itu disebut otoritas China mengalami peningkatan di periode 16-22 Desember 2024. Kebanyakan yang terserang virus ini adalah anak-anak berusia 14 tahun.

Selain di China, penyebaran virus ini sudah sampai ke Malaysia. Di negara tetangga Indonesia itu, tercatat sudah ada 327 kasus pasien yang terjangkit HMPV.

Di tempat terpisah, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Abdul Kadir Karding menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan mengenai pekerja migran Indonesia (PMI) yang terkena virus HMPV.

Baca juga : Asumsi Pemerintah Banyak Yang Meleset

“Alhamdulillah belum ada laporan sampai hari ini,” kata Abdul Kadir di Kementerian P2MI/BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin, (6/1/2025).

Meski belum ada laporan, Karding mengimbau dengan serius agar pekerja migran Indonesia di China mewaspadai penyebaran HMPV. Salah satunya memakai masker di tempat-tempat umum, sesuai dengan arahan dari Kemenkes.

“Jadi arahan-arahan dari Kemenkes akan kita jadikan patokan, misalnya waspada di tempat-tempat umum. Khusus PMI, ini harus menggunakan masker,” ungkapnya.

Baca juga : Erick Umumkan Pelatih Baru Timnas 12 Januari

Dia juga menekankan hingga saat ini belum ada rencana untuk menunda pengiriman PMI ke negara yang kini tengah mewabah HMPV. Sebab, berdasarkan data dari Kemenkes, penyebaran virus itu perlu diwaspadai, tapi belum sampai menyentuh level mengkhawatirkan.

“Selama Kemenkes masih oke, kita oke, nggak ada masalah,” tutupnya.

Sekedar informasi, HMPV dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala yang mirip seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Meski tak berbahaya bagi orang dewasa, pada kasus berat, virus ini dapat menyebabkan bronkitis atau pneumonia.

Baca juga : Heru Purnomo: Saya Tidak Yakin, Anak Belajar Di Waktu Libur

Sama seperti Covid-19, HMPV menyebar melalui droplet atau aerosol dari batuk atau bersin. Selain itu, virus ini menular lewat kontak dekat atau paparan lingkungan yang terkontaminasi. Sementara masa inkubasi virusnya berkisar antara tiga hingga lima hari.

Adapun kelompok rentan terhadap virus ini adalah anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.