Dark/Light Mode

Kirim 15 Gerbong Kereta Ke Bangladesh

INKA Genjot Pasar Ekspor

Senin, 21 Januari 2019 09:56 WIB
Caption

PAYUNGAN. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) mendengarkan penjelasan Direktur Utama INKA Budi Noviantoro (kedua kanan) saat pengiriman tahap pertama kereta buatan INKA ke Bangladesh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (10/1). (Foto: Dok. Kemenperin)
Caption PAYUNGAN. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) mendengarkan penjelasan Direktur Utama INKA Budi Noviantoro (kedua kanan) saat pengiriman tahap pertama kereta buatan INKA ke Bangladesh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (10/1). (Foto: Dok. Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Industri Kereta Api (INKA) mengirimkan 15 gerbong kereta api ke Bangladesh, Minggu (20/1). Ini merupakan pengiriman tahap pertama dari total pesanan 250 kereta. Ke depan, INKA akan terus menggenjot pasar ekspor.

Acara seremoni pengiriman pesanan tahap pertama untuk Bangladesh ini dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Hadir dalam acara tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Direktur Utama INKA Budi Noviantoro, dan Komisaris Utama INKA Haris Munandar. Selain itu, ada juga Perwakilan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perwakilan dari Bangladesh.

Mengenakan setelan kemeja putih lengan pendek, Airlangga sempat melihat proses pemindahan gerbong kereta ke dalam kapal. Ketua Umum Partai Golkar ini sangat antusias mendengarkan penjelasan dari Direktur Utama INKA Budi Noviantoro, di bawah teriknya matahari. Airlangga mengapresiasi kinerja INKA, yang berhasil ekspor kereta ke Bangladesh. Apalagi, BUMN pembuat kereta api itu berhasil mendapatkan kontrak 250 gerbong kereta, melalui sistem tender.

Baca juga : Menperin Airlangga Acungkan Jempol

“Pencapaian ini menunjukkan kemampuan engineering dan teknologi nasional kita, bisa bersaing di kancah industri perkeretaapian dunia,” ujar Airlangga. Yang makin membanggakan, lanjutnya, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan engineering kereta buatan INKA sudah mencapai 80 persen.

Airlangga meminta INKA terus melakukan inovasi teknologi. Terutama, untuk produk yang berorientasi ekspor. Agar bisa meningkatkan akses pasar ke berbagai negara di kawasan Asia. Semisal Pakistan, Srilangka, Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Zambia, Nigeria, dan Mesir.

“Pemerintah akan memperkuat bank ekspor untuk mendukung pembiayaan kegiatan ekspor, supaya industri mampu menembus pasar luar negeri,” paparnya.

Baca juga : Miris, 61 Persen Koruptor Adalah Aktor Politik

Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sangat mendukung INKA yang sedang melakukan pembangunan pabrik di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan total nilai investasi sekitar Rp 1,63 triliun. Diharapkan  pabrik ini bisa meningkatkan produksi Inka.

Budi Noviantoro yang akrab disapa Novi menjelaskan, pengiriman kereta ke Bangladesh ini merupakan kontrak ketiga yang diterima perseroan dari negara tersebut. Jumlahnya juga paling besar, 250 gerbong kereta. Nilai kontrak yang diraih pada 2017 ini, mencapai 101 juta dolar AS.

Pada 2016, INKA juga telah mengekspor 150 kereta ke Bangladesh, dengan nilai kontrak 72,39 juta dolar AS dan 50 kereta pada 2006, dengan nilai kontrak 13,8 juta dolar AS. “Kami melalui proses tender. Kami berhasil memenangkan persaingan dengan India dan China. Kelebihan kami murah, kualitas bagus, dan pengiriman cepat,” ujarnya.

Baca juga : Bagaimana Kalau Yang Lain Minta Dibebaskan?

Dijelaskan, 250 kereta untuk Bangladesh Railway tersebut terdiri dari 50 kereta tipe BG (Broad Gauge) dan 200 kereta tipe MG (Meter Gauge). Perbedaan kedua tipe terletak pada lebar track (Track Gauge) yang digunakan. Kereta tipe BG digunakan pada track dengan lebar 1.676 milimeter (mm).

Kereta tipe MG, digunakan pada track dengan lebar 1.000 mm. Kereta tipe BG memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 90 seats. Baik untuk jenis WJCC (ber-AC) maupun WEC (non-AC). Sedangkan kereta tipe MG, tempat duduknya berjumlah 55 seats untuk jenis WJCC, dan 60 seats untuk jenis WEC.

“Kami akan terus perluas pasar ekspor. Saat ini, kami juga sedang mengerjakan pesanan kereta dari Filipina, yang ditargetkan dikirim tahun ini. Kami pun sedang membidik pasar Afrika,” papar Novi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.