Dark/Light Mode

Aktivitas Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat

Asintel Panglima TNI kumpulkan Dansat dan Aparat Intelijen di Kepri

Minggu, 19 April 2026 14:35 WIB
Foto: TNI.
Foto: TNI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Meningkatnya aktivitas kapal perang asing di perairan Selat Malaka mendorong TNI meningkatkan kewaspadaan di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut.

Menanggapi situasi ini, Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto mengumpulkan para komandan satuan serta aparat intelijen TNI di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Pengarahan berlangsung di Ballroom Hotel Marriott Harbour Bay, Batam, Kamis (16/4/2026).

Baca juga : Antisipasi Dampak Perang AS-Israel Vs Iran, Menperin Perkuat Ketahanan Industri

Dalam arahannya, Rio menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari ancaman hibrida, konflik antarnegara, hingga perkembangan situasi kawasan yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

“Aparat intelijen dituntut meningkatkan profesionalisme, kemampuan deteksi dini, serta ketajaman analisis guna mengantisipasi setiap potensi ancaman secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi serta pemanfaatan media sosial dalam menghasilkan produk intelijen yang akurat dan relevan untuk mendukung pengambilan keputusan pimpinan.

Baca juga : Satriwan Salim: Tanpa Implementasi Cuma Jadi Kertas

“Kesiapan dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tambahnya.

Terkait aktivitas kapal perang asing, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul membenarkan adanya pergerakan kapal perang Amerika Serikat di kawasan Selat Malaka.

Berdasarkan pemantauan sistem Automatic Identification System (AIS), kapal perang AS USS Miguel Keith terdeteksi berada di perairan timur Belawan pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga : Panglima TNI Ingatkan Ancaman Perang Siber

“Berdasarkan pantauan AIS, USS Miguel Keith terdeteksi di perairan timur Belawan dengan haluan ke arah barat laut dan kecepatan 13,1 knot,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pergerakan tersebut merupakan bagian dari aktivitas pelayaran internasional di jalur strategis dan tetap berada dalam pengawasan sesuai prosedur keamanan maritim.

TNI AL memastikan situasi di perairan Indonesia tetap terkendali dan aktivitas tersebut tidak mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.