Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Usulan KRL Stop Operasi
Luhut: Tak Segampang Membalikkan Telapak Tangan
Rabu, 15 April 2020 14:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah daerah mengusulkan agar operasional kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dihentikan sementara untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan, berpendapat lain. Dia menegaskan, penghentian sementara operasional KRL Jabodetabek tidak bisa dilakukan dengan mudah.
Luhut mengaku sudah berbicara dengan beberapa kepala daerah di Jabodetabek mengenai penerapan PSBB. Kata dia, usulan penghentian operasional KRL perlu melihat kajian secara matang.
Baca juga : Maruarar Sirait: Tidak Mudik Bukti Kasih Sayang pada Keluarga
"Kalau tadi Pak Gubernur DKI, Pak Anies Baswedan, bicara sama saya, jadi kami koordinasikan baik-baik saja. Mengenai KRL ini saya bilang, Pak Anies, tolong juga dilihat kenapa masih banyak orang yang ke Jakarta. Soal mau menutup KRL kita lihat, karena enggak bisa seperti membalikkan tangan," kata Luhut, dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/4).
Luhut menyebut, masih banyak masyarakat luar daerah ke Jakarta karena masih ada sejumlah perusahaan yang mengharuskan karyawannya bekerja dari kantor. Sehingga aktivitas pengguna KRL tidak mengalami perubahan.
Baca juga : Perpadi Pastikan Stok Beras Cukup Sampai Lebaran
Di sisi lain, lanjutnya, penghentian sementara operasional KRL tidak semudah yang dikatakan. Pasalnya, ada masyarakat yang harus bepergian karena melakukan keperluan penting atau menjadi pekerja bagi sektor yang dikecualikan dalam PSBB. “Karena, kalau orang tidak bisa traveling padahal yang penting, tidak bagus juga. Jadi, misalnya menyangkut logistik, kami tidak mau logistik itu sampai terganggu," terangnya.
Terkait pelaksanaan PSBB, tambah Luhut, aturannya tetap harus melalui persetujuan Kemenkes. Ada pun wilayah yang sudah diperbolehkan seperti DKI Jakarta, akan terus dievaluasi dampaknya terhadap penurunan korban Covid-19. :Kami akan evaluasi, ini nanti pekan depan kami ada survei lagi mengenai ini. Nanti dari hasil ini saya kira kami bisa tentukan kebijakan lanjutan," ujarnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya