Dark/Light Mode

Wapres: Berpuasa Melatih Kesabaran Dalam Hadapi Corona

Rabu, 29 April 2020 17:06 WIB
KH Maruf Amin
KH Maruf Amin

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menilai, bulan Ramadhan kali ini sangat istimewa. Selain bersabar menghadapi lapar dan dahaga, umat Islam belajar ikhlas, jujur, dan sabar menghadapi pandemi Corona.

"Puasa mengajarkan bersabar, makanya disebutkan As Shaumun Nisfus Shabri, puasa itu setengah dari pada kesabaran. Sabar untuk tidak makan minum. Sabar untuk menahan untuk tidak berkata tidak baik, tidak mengadu domba, bersabar menahan diri untuk juga tidak berbohong," ujar Amin saat tausiah Ramadhan melalui video conference di kediaman dinas Wapres, Jalan Diponegoro  II, Jakarta Pusat, Selasa (28/04) malam.

Wapres menerangkan, dalam keadaan seperti sekarang ini, di mana Indonesia tengah dilanda pandemi, perilaku serta sifat sabar sangat penting diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga : Corona Melandai

"Selain tidak makan dan minum. Kita diuji sabar tidak keluar rumah, menjaga jarak, menjaga kebersihan, supaya tidak terjadi penularan Covid-19," kata Amin.

Ujian Ramadhan kali ini juga lebih berat. Salah satunya, adalah tidak diperbolehkan beribadah berjamaah di Masjid, seperti saat Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

"Saya kira ujian orang puasa sekarang, diuji lagi dan diminta ada penambahan kesabaran, termasuk untuk tidak tarawih berjamaah di Masjid. Di daerah-daerah yang memang merah, pusat-pusat penyebaran virus, tarawih juga ditiadakan, termasuk salat Jumat ditiadakan," lanjutnya.

Baca juga : Menanti Keajaiban Ramadhan (3)

Oleh karena itu, Wapres mengimbau, momen Ramadan dapat dijadikan pengingat dan peningkat kesabaran serta keikhlasan seluruh umat Islam untuk menjaga diri dan menghindari bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Sehingga puasa yang dikerjakan tidak hanya membawa manfaat bagi seorang individu, namun juga bagi orang lain di sekitarnya. 

"Puasa tahun ini, selain mempunyai nilai ibadah tetapi juga mempunyai nilai sosial. Jangan seperti yang disebutkan oleh Rasulullah. Banyak orang puasa, puasanya itu tidak mendapatkan apa-apa, hanya lapar dan haus saja. Tidak dapat pahala karena melakukan dosa dan tidak memberikan manfaat sosial, manfaat kepada orang lain karena puasanya tidak memberi dampak pada perilakunya," terang alumnus Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur ini.

Baca juga : Menanti Keajaiban Ramadhan (2)

Menutup tausiahnya, Wapres mengajak seluruh masyarakat untuk terus membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

"Kita berharap puasa kali ini adalah puasa yang dapat memberikan pengaruh besar di dalam kehidupan di masyarakat, terutama dalam menjaga penyebaran Covid-19 yang sangat berbahaya," ujar Amin. [FAQ] 
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.