Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jokowi Ajak 3 Kepala Staf Jalan Pagi Di Istana
Kiri Apa Kanan, Mana Yang Layak Jadi Panglima TNI..?
Senin, 15 Juni 2020 06:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Selain pengganti Kapolri, bursa calon Panglima TNI juga mulai ramai dibahas. Kebetulan, kemarin pagi, Presiden Jokowi jalan pagi dengan tiga Kepala Staf TNI: KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Yudo Margono, dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, di istana bogor. Kalau harus segera pilih Panglima TNI baru, Pak Jokowi pilih yang di kanan apa yang di kiri ya?
Presiden dan tiga Kepala Staf itu berolahraga bersama sekitar pukul 8 pagi. Mereka berjalan santai mengelilingi Kebun Raya Bogor. Mereka mengenakan masker, berjalan berjejer dengan jarak sekitar 1 meter.
Marsekal Fadjar, yang mengenakan kaos polo biru, ada paling kanan. Kemudian, Jenderal Andika, yang mengenakan kaos hijau loreng, berjalan di sebelah kanan Jokowi. Sementara, Laksamana Yudo Margono, yang mengenakan kaos polos putih berkerah biru dongker, berjalan di sebelah kiri Jokowi.
Baca juga : Jokowi Perintahkan Evaluasi PSBB: Mana yang Kebablasan, Mana yang Masih Kendor
Setelah berolahraga selama kurang lebih 30 menit, Jokowi beserta Kepala Staf TNI kembali ke gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor. Mereka berbincang di beranda Istana. Di meja, ada suguhan air mineral dan minuman berion.
Marsekal Fadjar, duduk sendirian di sisi kanan Jokowi. Sementara Andika dan Yudo duduk bersebelahan di sisi kirinya. Spekulasi pun muncul. Santer kabar kehadiran tiga pemimpin tiga Matra TNI itu adalah strategi Presiden Jokowi dalam mencari pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, yang akan memasuki masa pensiunnya Desember 2021.
Ketiganya menyatakan tak membicarakan soal itu. Mereka kompak menyatakan, yang dibicarakan Presiden adalah percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia. Tetapi, spekulasi pengganti Hadi Tjahjanto sebagai pucuk pimpinan tertinggi TNI itu sudah berkembang sejak bulan lalu.
Baca juga : Jangan Panik, Jangan Timbun Makanan, Tirulah Gaya Hidup Sehat Warga Desa
Beberapa pengamat menyebut, Andika dan Yudo yang paling berpeluang menduduki jabatan Panglima TNI. Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Kertopati menyebut, berdasarkan Pasal 13 ayat 4 UU nomor 34 tahun 2004, jabatan Panglima TNI dapat dijabat oleh Pati aktif yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf angkatan. artinya KSAD, KSAL dan KSAU memiliki peluang yang sama untuk menjabat Panglima TNI.
Tetapi, ada tradisi bergantian antar Matra untuk menjabat Panglima TNI. Karena Hadi Tjahjanto berasal dari TNI AU, maka kemungkinan penggantinya berasal dari TNI AD atau TNI AL.
“Probabilitasnya sama dari ketiga Matra TNI. Hanya saja, oleh karena Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dari TNI AU, maka kita bisa berspekulasi bahwa penggantinya bisa dari TNI AD atau TNI AL,” ujar Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, kemarin.
Baca juga : Mensos: Konyol, Apa Tidak Ada Yang Lain?
Tetapi, Nuning mengingatkan, hanya Presiden yang berhak menentukan siapa yang akan menjabat. Hak prerogatif Presiden tersebut tidak dapat diintervensi oleh siapa pun.
Menurutnya, ada tiga hal penting yang harus dijadikan pertimbangan dalam memilih Panglima TNI. Pertama, usia dan prestasi kerja. “Sangat penting untuk menentukan proyeksi masa jabatan Panglima TNI minimal 2 tahun ke depan untuk menjaga proses regenerasi,” tutur Nuning.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya